MICE Jadi Pasar Potensial Bisnis Pariwisata

Kegiatan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) merupakan pasar yang besar dan potensial bagi bisnis pariwisata

Mangupura (bisnisbali.com) –Kegiatan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) merupakan pasar yang besar dan potensial bagi bisnis pariwisata. Ini pula melatari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia atau Kemenparekraf RI pada 2020 akan focus ke segmen MICE untuk mengejar segmentasi middle up.

Director International Marketing of Great China Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu di Nusa Dua mengatakan, Bali termasuk destinasi wisata dunia favorit kegiatan MICE.
“Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  juga menaruh konsen tinggi sekali terhadap wisata MICE karena mulai 2020 sesuai arahan Presiden Jokowi harus sudah mulai mengedepankan dan menitikberatkan wisatawan mancanegara berkualitas,” katanya.

Menurutnya wisatawan berkualitas biasanya dari MICE dengan wisman yang punya spending tinggi menginap di hotel bintang lima. Penawaran agent tour memang konsentrasi ke middle up sehingga bisa dibayangkan 800 ribu orang menginap, berapa spending yang dikeluarkan. Ini selaras rencana pemerintah mencanangkan pariwisata sebagai pmenyumbang devisa nomor satu mengalahkan minyak dan gas.
”Kalau kita lihat kontribusi minyak gas kurang lebih 17 miliar dolar AS, itu pun fluktuasi kurs dolar. Untuk itu kami harapkan tourism bisa menyumbang 19-20 miliar dolar AS yang berarti penyumbang nomor satu devisa,” ujarnya.

Ia menilai salah satu kriteria mendapatkan wisata MICE tentu perlu dukungan dari pemerintah. Apalagi, China merupakan pasar potensial pariwisata. Wisman Cina leisure misalnya, rata-rata pengeluaran pada 2017  kisaran 1.019 dolar AS. Dengan adanya wisata MICE dalam rumus berlaku dua kali lipat, bahkan bias 2.500 dolar AS per visit. Mengapa demikian ? kata dia karena wisman MICE datang ngajak keluarga dan kolega. Pasar middle up bila ikut MICE juga membawa perangkat golf  karena selesai meeting mereka akan golf dan spa. Dari sisi length of stay (los) biasa 5 hari 4 malam, sedangkan MICE bisa lenih lama karena ada meeting kecil dan meeting besar, tur, golf serta jalan-jalan.

Oleh karenanya dalam upaya mengejar kualitas length of stay dan spending lebih besar, ia berharap ada event raksasa dan event powerful  diadakan di Indonesia. Termasuk berencana  mengundang youtuber dengan folllowes besar atau sudah mendapatkan follower di atas 10 juta supaya mereka bicara pariwisata di Indonesia.
CEO dari Meifute Liu Chuan Wei di tempat sama mengatakan, Bali merupakan salah satu destinasi terfavorit di pikiran masyarakat Cina. Kendati baru kali pertama visit ke Indonesia, khususnya Bali, ia sangat terkesan dengan apa yang dilakukan dan kemungkinan akan menjadi pilihan selanjutnya.

“Ada 600 karyawan yang datang ke Bali. Kami merupakan perusahaan yang bergerak di produk kesehatan, perawatan dan juga untuk menjaga kelembaban kulit,” ucapnya sambil menjelaskan perusahaann ya dalam setahun 3 kali memerikan award dan reward karyawan ke luar negeri.
Ia merasa bangga ke Bali karena budayanya yang memberikan kesan luar biasa. Terbukti baru tiga hari di Bali ia sangat tidak sabar mempelajari budaya yang ada di Bali.
Hal sama dikatakan GM Alexandra Bali Tour, Sumariyanto. Ia menjelaskan mendatangkan sekitar 600 orang pada gala dinner perayaan tahunan. *dik

BAGIKAN