Meski di Tengah Pandemi, Kinerja Bank Lokal Diyakini Meningkat

Pandemi Covid-19 yang masih mewarnai di 2021 saat ini tidak mengurangi upaya perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pandemi Covid-19 yang masih mewarnai di 2021 saat ini tidak mengurangi upaya perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank BPD Bali salah satunya yang optimistis kinerja masih bisa bertumbuh di tengah pandemi.

Seperti dikatakan Dirut Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma, di Renon, dengan melakukan berbagai terobosan, digitalisasi dan mencari ceruk-ceruk baru dalam penyaluran kredit berpeluang membuat kinerja bank lokal Bali akan tumbuh di 2021. Optimisme tersebut dengan melihat kinerja bank milik krama Bali ini pada 2020 yang juga menghadapi tekanan akibat pandemi Covid-19.

Kinerja bank hingga Desember 2020 menunjukkan pertumbuhan positif di mana  pertumbuhan aset mencapai 6 persen, kredit mencapai 3,90 persen dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6 persen. Begitu pula kinerja dari sisi return on assets (ROA), Return on equity (ROE), net interest margin (NIM) maupun Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) masih di atas target rencana bisnis bank (RBB) 2020. “Bercermin kondisi tersebut maka pada 2021 optimis masih mampu mencapai target yang ditetapkan,” ujarnya.

Sesuai kebijakan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, arah pertumbuhan kredit pada 2021 ini di kisaran 7 persen hingga 9 persen. “Kita plus minus  juga berada di target tersebut,” imbuhnya

Tidak hanya itu, Bank BPD Bali pada 2021 pun akan masih melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) lanjutan dengan sinergi stakeholders. Diharapkan, Bank BPD Bali menjadi lokomotif pendukung pertumbuhan ekonomi Bali kendati tantangan pada 2021 tidak ringan. Upaya yang dilakukan agar kinerja perbankan bisa tumbuh positif yaitu dengan memperkuat bisnis proses internal, termasuk bisa mendapatkan penempatan uang negara dengan usulan mencapai Rp 700 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat mendorong perekonomian Bali terutama untuk menopang sektor usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) selama pandemi Covid-19 ini.

Sebagai agen pembangunan, kata Sudharma, pihaknya pun akan memperluas penyebaran kredit. Sebab tidak dipungkiri PDRB Bali, 55 persen dari pariwisata. Sektor pariwisata belum bisa reborn maka bank mencari celah ceruk lain seperti perdagangan maupun pertanian. Sudharma menilai, dari 9 kabupaten/kota di Bali, 3 kabupaten PDRB terparah pariwisata. Sisanya di luar sektor itu masih bisa berjalan.

Ia pun berharap, di tengah kondisi saat ini UMKM di Bali mampu meng-up grade digitalisasi, re-branding produk, dan bank memfasilitasi pameran secara UMKM. Termasuk, mendorong lewat transaksi digital karena BPD Bali mempunyai QRIS, internet banking dan mobile bangking. Bank juga mendorong efisiensi dari sisi pembayaraan pelaku usaha.*dik

BAGIKAN