Merawat Kepercayaan Pelanggan

HAMPIR satu tahun pandemi Covid-19 memporakporandakan ekonomi khususnya Bali. Pariwisata sudah tidak bisa diandalkan sebagai motor penggerak perekonomian.

 I Nyoman Santiawan

HAMPIR satu tahun pandemi Covid-19 memporakporandakan ekonomi khususnya Bali. Pariwisata sudah tidak bisa diandalkan sebagai motor penggerak perekonomian. “Kondisi ini sebenarnya telah dikhawatirkan sejak awal. Jika pandemi ini berlangsung melewati tiga bulan maka sektor usaha yang paling terdampak adalah pariwisata,” ujar I Nyoman Santiawan, pelaku pariwisata.

Menurutnya, saat ini sektor pariwisata sudah berada di titik nadir. Guna membangkitkannya, tentu perlu adanya kunjungan wisatawan. Namun sejauh ini belum ada kepastian kapan pariwisata akan dibuka khususnya untuk wisatawan mancanegara. Makanya dia berharap Bali mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19.

“Dengan memprioritaskan Bali untuk mendapatkan vaksinasi, maka akan memberikan kepercayaan kepada wisatawan bahwa Bali ini daerah yang sudah siap untuk menerima wisatawan. Di samping itu, pergerakan ekonomi di Bali akan semakin membaik karena adanya pergerakan wisatawan,” jelasnya.

Santiawan membuka usaha di bidang kecantikan, khususnya program anti penuaan dini yang diberi nama “Eterna”. Eterna dirintis pada tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19. Klinik kecantikannya ini awalnya juga menyasar wisatawan yang berkunjung ke Bali.

“Eterna itu adalah suatu konsep membuat aesthetic anti aging. Anti aging ini cukup luas tapi kita maunya orang-orang untuk lebih memprioritaskan untuk kesehatan, juga penuaan juga pengendalian bagaimana cara makan sehat yang tepat. Ini adalah suatu komunitas yang bisa menjadi supporting untuk wisatawan yang datang ke Bali. Ini bisa menjadi suatu paket wisatawan yang berkualitas untuk bisa Bali ini menjadi medical tourism,” katanya.

Semenjak pandemi, Eterna mengalami penurunan omzet cukup signifikan karena minimnya kunjungan wisatawan mancanegara. Eterna pun dituntut survive, dengan mengandalkan wisatawan lokal dan domestik, termasuk melakukan efisiensi di berbagai hal.

Santiawan mengatakan, di masa pandemi pihaknya mengutamakan protokol kesehatan (prokes). Tim medis dan petugas di klinik selalu mematuki prokes. Pihaknya juga memiliki SOP yang mewajibkan seluruh staf dan dokter yang bertugas untuk melakukan pengecekan suhu dan menggunakan APD selama melayani pelanggan. Prosedur pencegahan Covid-19 ini juga terkait upaya menjaga kepercayaan masyarakat khususnya konsumen.

“Selain itu, untuk menunjang kebersihan dan higiene klinik, kami secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan dan melakukan pembersihan setiap 30 menit di kontak titik umum. Prosedur ini dilakukan untuk memastikan tim medis, staf dan konsumen merasa nyaman berada di lingkungan klinik,” tandasnya. *suk

BAGIKAN