Menuju Program FCC, Tanah Lot  Siap  Hadapi Lonjakan Kunjungan Wisatawan

Program Free Covid Corridor (FCC) menjadi harapan baru bangkitknya semangat pelaku pariwisata termasuk Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot setelah setahun Bali terpuruk akibat Covid-19.

LIBUR- Jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Lot yang hanya 500 orang per hari pada momen libur. 

Tabanan (bisnisbali.com) –Program Free Covid Corridor (FCC) menjadi harapan baru bangkitknya semangat pelaku pariwisata termasuk Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot setelah setahun Bali terpuruk akibat Covid-19. DTW Tanah Lot menyambut baik dan antusias program FCC yang dicanangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut,  Selasa (23/3) kemarin, mengungkapkan program FCC harus didukung oleh stigma positif pasar tentang keamanan pelaku pariwisata dan stakeholder lainnya di Bali. Terkait hal itu, sejumlah kalangan termasuk pelaku pariwisata sudah divaksin Covid-19 sehingga akan semakin menambah keyakinan program ini bakal berjalan sesuai harapan. “Menurut kami, vaksinasi untuk pelaku pariwisata merupakan satu langkah kolosal untuk kebangkitan pariwisata dan memunculkan stigma positif untuk segera terwujudnya program FCC dan travel bubble,” ujarnya.

Dikatakannya,  vaksinasi yang  sudah dilaksanakan dan pemerintah daerah bisa menekan penyebaran kasus covid berpotensi memunculkan zona hijau di Bali sehingga pembukaan pintu wisatawan mancanegara bisa segera dilakukan. Menghadapi ledakan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ketika program FCC dan travel bubble direalisasikan, DTW Tanah Lot sudah melakukan berbagai usaha, bahkan telah mendapat sertifikat kelayakan dari pemerintah daerah serta sertifikat Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) dari Kemenparekraf RI.

Selama ini DTW Tanah Lot sudah menjalankan standar CHSE seperti pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak, rutin mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, menghindari kerumunan dan memakai masker dengan benar. Selain itu, menyediakan wastafel dan hand sanitizer di pos-pos strategis sampai ke areal pantai, imbauan rutin dilakukan lewat pengeras suara serta melakukan pendekatan langsung kepada pengunjung oleh petugas di lapangan.

Toya Adnyana menambahkan, DTW Tanah Lot sudah mulai menjalani vaksinasi tahap I pada Selasa (23/3). Ini sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Tabanan yang mengusulkan DTW Tanah Lot sebagai salah satu kawasan zona hijau menyikapi rencana pelaksanaan program FCC. Vaksinasi tahap satu menyasar 50 orang dari total 147 orang di manajemen DTW Tanah Lot. Vaksinasi diprioritaskan bagi kalangan yang bersentuhan langsung dengan wisatawan, seperti bagian tiket, checker, humas dan lifeguard. ‘’Kami baru mendapatkan kuota vaksinasi Covid-19 untuk 50 orang. Sisanya menyusul sesuai kuota yang didapat nantinya karena saat ini ketersediaan vaksin terbatas,” kilahnya.

Diusulkannya DTW Tanah Lot menjadi zona hijau menjadi angin segar di tengah minimnya jumlah kunjungan wisatawan saat ini yang hanya menyentuh angka 500 orang per hari khususnya pada momen libur atau akhir pekan. Sambil menunggu tahapan vaksinasi berikutnya hingga menyentuh seluruh manajemen dan stakeholder  di kawasan DTW Tanah Lot, pihaknya menjalankan protokol kesehatan sesuai ketentuan sebagai persiapan menuju zona hijau. *man

BAGIKAN