Menuju Bali Era Baru, Desa Adat Didorong Bangun dan Kembangkan Pusat Perekonomian Baru  

Pembangunan Bali yang tertuang dalam visi Gubernur Bali, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” akan mendorong desa adat salah satunya dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

SOSIALISASI - Ratusan krama di wilayah Kecamatan Kerambitan, Tabanan mengikuti sosialisasi Nangun Sat Kherti Loka Bali yang digagas Yayasan Dharma Naradha.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pembangunan Bali yang tertuang dalam visi Gubernur Bali, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” akan mendorong desa adat salah satunya dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Itu juga yang tercermin dalam upaya membangun dan mengembangkan pusat perekonomian baru sesuai dengan potensi kabupaten/kota yang ada.

“Nantinya kita tidak hanya berorientasi sekala – niskala, namun di sekala ini bagaimana cara agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali melalui pembangunan dan pengembangan pusat-pusat perekenomian,” tutur Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali, Wayan Jarta, di sela-sela sosialisasi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Menuju Bali Era Baru dari Desa ke Desa digelar di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan Selasa (28/1).

Sosialisasi Program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Menuju Bali Era Baru dari Desa ke Desa digelar Yayasan Dharma Naradha bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, BaliTV dan Bali Post, di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan Selasa (28/1). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Saputra, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tabanan, I Wayan Miarsana, Kabag Humas Setda Tabanan I Ketut Ridia, Ketua Yasayan Dharma Naradha sekaligus Pemimpin Kelompok Media Bali Post (KMB), Satria Naradha, dan 10 bendesa adat di Kecamatan Kerambitan. Kegiatan yang terpusat di wantilan Desa Penarukan juga dihadiri ratusan krama di wilayah Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Jarta menerangkan, khusus di Kabupaten Tabanan ada sejumlah potensi yang bisa dibangkitkan dan dikembangkan. Salah satunya kerajinan gerabah yang terdapat di daerah Pejaten sebagai sentra produksi. Sayangnya, sentra produksi gerabah ini mulai mengalami penurunan. Harapannya, ke depan produksi gerabah ini bisa dibangkitkan lagi dan Disperindag Bali akan memfasilitasi bersama kabupaten/kota lainnya, sehingga potensi gerabah ini bisa mensejahterakan masyarakat nantinya.

Sambungnya, selain gerabah, Tabanan juga memiliki potensi untuk produksi kopi, kerajinan besi dan komoditi lainnya. Bercermin dari itu pula, harapannya, Diperindag Kabupaten bisa mendata potensi yang ada tersebut. Dari pendataan potensi itu akan diupayakan untuk bangkit melalui pembinaan dan pendampingan sehingga ada lembaga ekonomi yang maju.

“Maju dalam artian, tidak hanya membentuk lembaga tradisional atau konvensional semata. Namun, kami akan bengkitkan lembaga ekonomi yang modern, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi pemasaran. Semua itu kami akan bina terus hingga menjadi produk yang lebih baik sekaligus berdaya saing di pasaran,” ujarnya.

Kata Jarta, setelah produk lokal ini bangkit, Pemerintah Provinsi Bali mendorong membangun industri kecil menengah berbasis budaya dengan mengangkat branding atau nama Bali. Menurutnya, nama Bali ini cukup luar biasa karena sudah terkenal hingga ke pelosok, bahkan luar negeri. Bercermin dari itu pula, setiap produk yang dihasilkan oleh usaha kecil ini nantinya harus berorientasi pada branding Bali.

“Artinya, tonjolkan nama Bali pada setiap produk yang dihasilkan. Namun, itu tidak mengurangi kualitas dan manfaat dari produk yang dihasilkan,” tegasnya. *man

BAGIKAN