Meningkat, UMKM Adopsi Transaksi Nontunai

Wacana Pemkab Tabanan untuk mendorong penggunaan transaksi nontunai di kalangan UMKM disambut baik oleh sejumlah pelaku usaha kecil.

NONTUNAI - Sejumlah UMKM di Tabanan telah menyediakan layanan transaksi nontunai.

Tabanan (bisnisbali.com) –Wacana Pemkab Tabanan untuk mendorong penggunaan transaksi nontunai di kalangan UMKM disambut baik oleh sejumlah pelaku usaha kecil. Meski begitu, penggunaan sistem pembayaran yang sama bisa diikuti juga oleh konsumen yang mau berubah dari kebiasaan lama bertransaksi menggunakan uang tunai.

Ketua International Council For Small Business (ICSB) Kabupaten Tabanan Bagus Arya Kusuma, S.Sos, M.M, Jumat (23/4), mengungkapkan, kalangan UMKM di Tabanan sebenarnya sangat siap mengadopsi sistem pembayaran nontunai. Khususnya, itu berlaku bagi UMKM merupakan kalangan generasi muda yang belakangan ini tumbuh menjamur karena dampak pandemi dan memang familiar terhadap teknologi. Tapi di sisi lain, untuk UMKM yang merupakan kalangan pedagang di pasar tradisional nampaknya upaya penerapan non tunai ini perlu waktu lama untuk sosialisasi, apalagi untuk pemanfaatannya.

“Perbedaan tersebut terjadi karena rata-rata usia pedagang di pasar tradisional ini sudah usur, sehingga susah untuk adopsi teknologi. Selain itu, mereka nampaknya susah untuk menerima kebiasaan baru dalam bertransaksi dengan non tunai,” tuturnya.

Di sisi lain lanjutnya, kesiapan UMKM dalam mengadopsi transaksi non tunai ini, harapanya juga dibarengi dengan perilaku konsumen atau masyarakat yang ikut mengadopsi cara pembayaran dengan non tunai. Bercermin dari itu menurutnya, perubahan kebiasaan kalangan konsumen ini juga harus dibarengi dengan upaya pihak lembaga keuangan penyedia layanan untuk gencar melakukan sosialisasi. “Sebab, mengadopsi saja dengan menyediakan layanan nontunai, namun tidak ada konsumen yang memanfaatkan layanan tersebut juga akan percuma,” ujarnya.

Bagus Arya yang merupakan pemilik usaha Padma Medikal Husada (Padma Herbal) ini menjelaskan, menggunakan atau bertransaksi dengan nontunai akan menguntungkan dari sisi penjual maupun konsumen. Dari sisi penjual salah satunya tidak direpotkan lagi untuk menyiapkan uang pecahan kecil sebagai uang kembalian ketika transaksi. Sedangkan, dari sisi konsumen tidak perlu lagi menarik dana di tabungan untuk digunakan berbelanja. Sebab, hanya dengan menscan barcode dari pedagang melalui fasilitas M-banking konsumen, maka transaksi sudah bisa dilakukan.

Sementara itu, Kabid Dana dan Jasa Bank BPD Bali Cabang Tabanan, Wulandari Semadi mengungkapkan, tahun ini Bank BPD Bali Cabang Tabanan menargetkan untuk pembukaan merchant penyedia layanan non tunai QRIS mencapai 3.700 merchant. Terkait target pencapaian tersebut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke kalangan UMKM dan masyarakat untuk penggunaan layanan QRIS, sehingga sampai Maret 2021 di Tabanan sudah ada 1.709 QRIS Bank BPD Bali.

Namun, beberapa UMKM atau pedagang memang masih tetap memilih bertransaksi dengan kebiasan lama atau tunai. Selain itu, ada juga sejumlah UMKM meski sudah mengantongi merchant QRIS, tapi jarang mengarahkan konsumen bertransaksi dengan layanan tersebut dengan alasan menghindari biaya transaksi. “Setiap menggunakan layanan QRIS, per transaksi akan dikenakan biaya ke pedagang sebesar 0,7 persen dan biaya tersebut berlaku sama di semua merchant layanan bank secara nasional,” tandasnya.

Meski begitu, pihaknya terus berupaya mengubah kebiasaan tersebut. Salah satunya melalui kegiatan pasar murah yang mengharuskan UMKM bertransaksi menggunakan nontunai dan memang dari keharusan tersebut baru kemudian pelaku usaha ini mengadopsi layanan nontunai agar bisa lolos ikut kegiatan tersebut. “Artinya, sejumlah UMKM ini masih belum secara sadar atau masih harus dikondisikan untuk beralih ke nontunai,” tandasnya.

Di sisi lain, sosialisasi di kalangan masyarakat atau konsumen untuk penggunaan QRIS juga sudah sering dilakukan melalui penggunaan M-banking. Sebab, bila konsumen sudah memiliki M-banking, konsumen hanya tinggal membuka aplikasi tersebut dan bisa langsung bertransaksi pada merchant.*man

BAGIKAN