Meningkat, Kunjungan Wisdom ke DTW Jatiluwih

Angka kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih mulai menggeliat. Hal itu tercermin dari rata-rata angka kunjungan wisatawan pada Sabtu dan Minggu yang mampu mengantongi hingga 800 orang per hari saat akhir pekan.

BERSEPEDA - Sejumlah wisdom menikmati keindahan DTW Jatiluwih dengan bersepeda.

Tabanan (bisnisbali.com) –Angka kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih mulai menggeliat. Hal itu tercermin dari rata-rata angka kunjungan wisatawan pada Sabtu dan Minggu yang mampu mengantongi hingga 800 orang per hari saat akhir pekan.

Manajer DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, Selasa (8/12) mengungkapkan, saat ini ada peningkatan untuk angka kunjungan wisdom ke DTW Jatiluwih dibandingkan sebelumnya. Hal itu tercermin jika sebelum pandemi Covid-19 objek wisata yang menawarkan hamparan sawah menghijau ini mengantongi persentase kunjungan 80 persen untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 20 persen wisdom.

Kini, di tengah kondisi pandemi secara total angka kunjungan memang menurun 75 persen, namun ada peningkatan pada angka kunjungan domestik yang mencapai 25 persen. “Saat ini rata-rata angka kunjungan wisdom ini bisa mencapai 700-800 orang per hari untuk Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk Senin sampai Jumat rata-rata mengantongi kunjungan 100 orang per hari,” tuturnya.

Menurut Sutirtayasa, peningkatan kunjungan wisdom ini salah satunya ditopang oleh sejumlah program dari pemerintah. Selain itu, peningkatan kunjungan ini juga disumbang oleh kondisi pada awal pandemi lalu yang membuat masyarakat terlalu lama tinggal di rumah, kini seiring dengan upaya pemerintah untuk kembali menggeliatkan ekonomi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, dimanfaatkan oleh sejumlah kalangan untuk melakukan aktivitas di luar rumah atau berwisata ke DTW Jatiluwih.

“Di samping itu, peningkatan kunjungan ini juga sebagai dampak adanya pembatasan di sejumlah tempat, sehingga kami tentunya kebagian sebagai alternatif bagi wisatawan untuk berwisata,” jelasnya.

Di tengah pandemi, DTW Jatiluwih tetap gencar melakukan promosi, salah satunya melalui media sosial (medsos). Upaya tersebut dilakukan sebagai cara untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19 sekaligus menggeliatkan angka kunjungan wisatawan jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Sebab menurutnya, mengelola objek wisata sebenarnya sama seperti mengelola fasilitas umum. Walau situasi seperti apa pun harus tetap ada upaya untuk menarik kunjungan, terlebih lagi DTW Jatiluwih yang menonjolkan wisata alam di tempat terbuka sangat cocok sebagai tujuan rekreasi atau berwisata di tengah pandami Covid-19.

“Walau DTW Jatiluwih ini sudah terkenal, bila tidak ada kontinuitas dalam upaya promosi akan rugi dan berpotensi ditinggalkan wisatawan. Sebab itu, bukan masalah gencar atau tidak, namun kami mencoba untuk selalu ada di social media di tengah era digital sebagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi,” ucapnya. *man

BAGIKAN