Menikmati Ikan ’’Timbungan” di Tengah Kota Denpasar

Kota Denpasar dan Bali pada umumnya punya banyak kuliner nikmat, salah satunya ikan timbungan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kota Denpasar dan Bali pada umumnya punya banyak kuliner nikmat, salah satunya ikan timbungan. Tak seperti menu ikan goreng atau ikan bakar yang mudah ditemukan, kuliner ini cukup sulit ditemukan saat ini. Namun jenis olahan ikan yang dimasak menggunakan media bambu ini masih bisa ditemui di salah satu rumah makan yang berada Jalan By-pas I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Pemilik rumah makan dengan menu andalan ikan timbungan ini, Wayan Arya mengatakan, ikan timbungan kian jarang ditemukan di Bali, karena proses memasaknya yang rumit dan sangat lama. “Kenapa langka, karena jarang ada yang mau masak, karena proses masaknya lumayan lama,” ujarnya.

Proses lama tersebut lantaran memakai ikan yang segar dan dimasak menggunakan api kecil. Tak jarang, proses yang lama membuat orang enggan menghabiskan waktunya hanya untuk memasak ikan timbungan.

Diceritakannya, sesuai namanya yaitu timbungan adalah cara mengolah masakan dengan berbahan dasar daging, hewan jenis unggas, dan ikan yang dimasukan ke dalam bambu dicampurkan dengan rempah-rempah pilihan yang kemudian dibakar. Seperti yang sudah diketahui, karena proses memasak yang memakan waktu yang lumayan lama. Namun seiring berjalannya waktu dengan berbagai metode yang ditemukan memasak ikan timbungan hanya butuh waktu sekitar 15-20 menit sehingga pengunjung tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menikmatinya.

“Kami mencari-cari resep rahasia untuk mengolah ikan timbungan dengan kecepatan waktu dan ketetapan rasa dengan berpedoman cita rasa yang khas dari ikan timbungan tersebut. Hal hasil ikan timbungan kami mendapat respons yang baik oleh pengunjung. Dengan harga kurang lebih Rp 30.000 sudah bisa menikmati timbungan ikan yang khas,” ujarnya.

Ada pun untuk lebih nikmat dan terasa, ikan timbungan memakai bumbu dan rempah pilihan seperti cabai, jahe, dan lain-lain. Selain bumbu, teknik memasak pun menentukan rasa. Nah, khusus di rumah makan ini tetap memilih menggunakan proses tradisional, lengkap dengan bilah bambu sebagai wadah dari ikan timbungan.

Soal rasa, ikan timbungan boleh dibilang “juara”. Rasa saat suapan pertama ikan timbungan adalah rasa pedas. Setelah itu, disusul dengan rasa gurih dan asin dengan bau rempah. Cita rasa dari cabai dan jahe sangat menusuk lidah ketika penikmatnya mengunyah rempah yang melekat di seluruh bagian ikan. Selain itu, muncul aroma yang khas dari bambu yang membuat citarasa ikan timbungan semakin susah dilupakan. *wid

BAGIKAN