Mengintip Peluang Bisnis Kuliner yang makin Menjanjikan

BISNIS kuliner belakangan ini tampaknya mulai dilirik oleh sebagian besar masyarakat kita.

BISNIS kuliner belakangan ini tampaknya mulai dilirik oleh sebagian besar masyarakat kita. Bahkan tidak memiliki tempat khusus ternyata tidak menyurutkan niat seseorang untuk membuka dan memanfaatkan bisnis kuliner ini, tak terkecuali di kota berudara sejuk di Bangli ini.

Seperti yang kita ketahui jenis kuliner tidaklah sedikit, bahkan ada juga kuliner tertentu yang mulai dimodifikasi dalam pembuatannya sehingga lebih modern namun tetap memiliki rasa khas.

Salah seorang pedagang kue bolu serta pudding, Ketut Wahyu Arsani asal Banjar Kawan Bangli menuturkan asalkan ada kemauan berbisnis tentu bisa kita lakoni meskipun sambil mengurus anak dan keluarga. “Saya ibu rumah tangga yang tidak ingin meninggalkan anak-anak dan urusan keluarga hanya untuk bekerja, meski demikian karena tuntutan ekonomi yang makin besar saya belajar untuk membaca peluang bisnis yang ada. Apalagi saat ini kemajuan teknologi membuat saya harus belajar memanfaatkannya dengan maksimal,” terang ibu empat orang anak ini yang aktif di media sosial.

Bagi Wahyu Arsani membantu perekonomian keluarga tidak harus keluar rumah, namun dengan teknologi yang ada dirinya mencoba menjalankan hobinya membuat kue dengan memposting hasilnya di media sosial. Ternyata respons masyarakat sangat besar, tidak hanya untuk acara special, kue buatannya juga sering dipesan meski untuk camilan sehari- hari. Melalui cara cerdasnya memanfaatkan teknologi Ayu bersukur bisa membantu suami meringankan perekonomian keluarga di masa yang sulit ini.

Hal senada juga dilakukan Wira Ayu, yang juga memilih kuliner sebagai bisnis onlinenya, dengan memanfaatkan teknologi tepat guna Wira Ayu menjalankan bisnis online yang diberi nama Paon Kanti tanpa harus meninggalkan kewajibannya di rumah. “Jangan bosan untuk mencoba, itulah yang jadi motivasi saya, apalagi saya punya hobi membuat aneka kue. Dari awal saya optimis bisnis kuliner pasti akan sangat menjanjikan, karena meskipun ada ratusan jenis kue atau kuliner yang sama namun di tangan orang yang berbeda rasanya pasti akan lain dan konsumen pun punya penilaian yang berbeda terhadap masing masing kuliner,” ungkap Wira Ayu.

Peluang bisnis kuliner online ini juga diakui memiliki nilai yang sangat positif dengan pangsa pasar yang bagus oleh pengamat ekonomi Undiknas University Prof. Gede Sri Dharma. Menurutnya memanfaatkan media online dewasa ini sangat ampuh dalam menjalankan bisnis termasuk bisnis kuliner. Media online mulai menguasai  terlihat dari jumlah transaksi yang terjadi per harinya.

“Masyarakat kita saat ini bisa dibilang mulai dimanjakan oleh teknologi, sebagian tidak ingin susah harus pergi ke satu tempat hanya untuk makan atau membeli sesuatu, sebagian lagi karena kesibukan sehingga tidak punya waktu banyak untuk pergi membeli sesuatu sehingga memilih praktis dengan memanfaatkan belanja online. Sementara untuk pelaku bisnisnya sendiri, media online ini menawarkan begitu banyak peluang, mulai dari irit sewa tempat, bisa menawarkan barang dagangan tanpa harus menyewa seorang marketing dan hanya membuat atau menyediakan barang yang dipesan saja, sehingga tidak perlu stok kebanyakan atau khawatir tidak terjual. Inilah yang membuat peluang bisnis online ini makin diminati. Khusus untuk kuliner saya nilai peluangnya sangat besar, karena masing-masing pasti punya menu andalan dan pangsa pasar atau konsumen yang berbeda sehingga bisa berkembang dengan baik, hanya satu yang harus dijaga adalah menjaga kualitas dengan baik,” ungkap Prof. Sri Dharma.

Wahyu Arsani dan Wira Ayu hanya segelintir orang yang bisa memanfaatkan peluang usaha yang menjanjikan ini dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi secara tepat guna. Apabila hal ini bisa diikuti oleh masyarakat kita tentunya angka pengangguran bisa ditekan dan teknologi bisa dijalankan dengan baik. Apalagi bisnis kuliner tentu akan bisa berkembang karena manusia tentunya perlu makan dan ingin menikmati kuliner yang berbeda tiap harinya. Tinggal bagaimana upaya mengemasnya agar memiliki nilai tambah dan daya tarik bagi konsumen. *ita

BAGIKAN