Menangkan Persaingan, Inovasi Jadi Keunggulan UMKM

Bisnis sambal rujak dalam kemasan, belakangan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan sehingga makin banyak pelaku UMKM yang terjun di bisnis tersebut.

Denpasar (bisnisbali.com) –Bisnis sambal rujak dalam kemasan, belakangan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan sehingga makin banyak pelaku UMKM yang terjun di bisnis tersebut. Untuk memenangkan persaingan yang makin ketat, inovasi sangat dibutuhkan seperti yang dilakukan Ir. A.A. Istri Mas Widyantari, yang memproduksi sambal rujak colek dengan campuran piduh (pegagan).

Wanita yang memulai bisnis sambal rujak colek yang diberi nama “lais manis” sejak 2018 tersebut menuturkan persaingannya memang makin ketat dengan banyaknya orang yang memproduksi sambal rujak. Tapi ia mengaku tidak khawatir karena sambal rujak yang dibuatnya memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki produk sambal sejenis lainnya.

Dikatakan dari segi kemasan, sambal rujak yang diproduksi sangat berbeda dan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh sambal rujak lainnya. “Kalau sambal rujak lainnya yang saya lihat kebanyakan menggunakan botol plastik, sedangkan saya menggunakan kemasan dari kaca atau selai ger sehingga terlihat unik dan juga mengikuti dari kebijakan Bapak Walikota dalam mengurangi penggunaan produk berbahan plastik untuk mengurangi sampah plastik,” terangnya Rabu (29/1) di Denpasar.

Dengan kemasan dari kaca tersebut, ternyata  mampu membuat produk sambal rujaknya menjadi produk premium. “Dengan kemasan yang mewah, harga jual otomatis menjadi lebih tinggi. Jadi target market saya menyesuaikan yaitu lebih ke kalangan menengah ke atas dengan harga yang lebih premium dibandingkan sambal rujak pada umumnya,” tukasnya.

Keunggulan lainnya yang ditawarkan adalah dari segi tekstur sambal rujak yang lebih kental dibandingkan dengan sambal rujak pada umumnya yang ada di pasaran. “Saya juga menggunakan gula dengan kualitas yang bagus karena bila menggunakan gula yang kualitas kurang bagus akan terlihat banyak buih pada sambal rujak. Harga gula kualitas bagus ini, tentunya lebih tinggi dari gula kualitas rendah,” ungkapnya.

Dikatakan, keunggulan lain yang tidak dimiliki sambal rujak dipasaran adalah terletak pada penggunaan herbal pegagan pada bumbu rujak buatannya. “Penggunaan daun pegagan ini fungsinya adalah untuk meningkatkan kecerdasan dan daya ingat otak, untuk mengurangi stres dan juga sangat baik untuk kesehatan kulit, serta mencegah pikun. Ini nilai plus yang saya rasa tidak dimiliki oleh sambal rujak lainnya sehingga bisa bersaing dan menjadi produk premium,” tandas alumni Fakultas Pertanian Unud tersebut.

Target kedepannya ia ingin memasarkan di seluruh Indonesia. Bila sudah bagus ia mengatakan memiliki mimpi, sambal  rujak buatannya dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia. Untuk itu daya tahan keawetan produk harus dipertimbangkan. Karena saat ini dengan proses sterilisasi, sambel rujak hanya bertahan satu bulan di suhu kamar dan 3 bulan bila disimpan dalam lemari pendingin. ” Saya berharap dengan bergabung di inkubator bisnis Unhi Denpasar, dapat dicarikan solusi terkait daya tahan produk dan pemasaran,” harapnya.

Sambal rujak yang diproduksi juga menawari sejumlah level seperti yang sedang tren saat ini yaitu ada level sedang, level pedas, level super pedas dan extra super pedas. Dengan 3 varian yaitu sambal rujak colek gula Bali,  sambal rujak colek kacang dan sambal uyah tabiya crispy.*pur

BAGIKAN