Membludak, Pendaftar Program Pelatihan Kerja di Tabanan

Program pelatihan kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Lembaga Latihan Kerja (LLK) diserbu para pelamar.

PENDAFTAR - Sejumlah pendaftar program pelatihan kerja di Kabupaten Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Program pelatihan kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Lembaga Latihan Kerja (LLK) diserbu para pelamar. Membludaknya peminat membuat pendaftaran paket pelatihan barista terpaksa ditutup pada Senin (4/1) karena hanya bisa menerima empat kelas atau 64 peserta.

Kepala UPTD LLK Kabupaten Tabanan I Gede Nengah Sugiarta, Selasa (5/1) kemarin, mengungkapkan secara umum ada sembilan paket pelatihan yang dibuka sejak 29 Desember lalu dan kini sudah mulai terisi. Program pelatihan kerja ini disambut antusias oleh masyarakat. Bahkan, khusus untuk pendaftaran pelatihan barista sudah ditutup karena kuota yang tersedia telah mencukupi. “Dari semua program pelatihan yang dibuka, pelatihan barista yang paling banyak pendaftarnya, sehingga terpaksa ditutup,” ujarnya.

Dikatakannya, secara umum program pelatihan barista yang paling diminati. Kondisi tersebut karena kalangan milenial di Tabanan cenderung nongkrong dengan meminum kopi. Selain itu, usaha-usaha kopi atau coffee shop di Tabanan sebagian besar merupakan lulusan LLK Tabanan. “Apalagi program pelatihan ini sangat menguntungkan. Selain mendapat ilmu tambahan juga gratis karena dibiayai pemerintah,” jelasnya.

Di luar program pelatihan barista, paket pelatihan lainnya masih tetap dibuka hingga 15 Januari mendatang. Salah satunya program pelatihan di bidang teknik seperti servis AC, las, otomotif masih dibuka karena minim peminat. Sementara pelatihan menjahit, tata rias, spa dan pembuatan roti sudah lumayan peminatnya yaitu ratusan orang hingga saat ini.

Menurut Nengah Sugiarta, setelah proses pendaftaran ini, data seluruh pelamar akan dimasukkan ke Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker). Selanjutnya pelamar mengikuti seleksi dan diteruskan  pengumuman kelulusan. Setelah itu barulah mulai dilaksanakan pelatihan.

Rencananya ada pemberian modal Rp 10 juta per orang kepada peserta pelatihan yang lulus. Syaratnya, harus membuat kelompok minimal beranggotakan 8 orang, sehingga total akan mendapat modal Rp 80 juta untuk usaha. “Namun, hal itu belum pasti karena kami menunggu kepastian dari pusat,” pungkasnya. *man

BAGIKAN