Membandel, Sejumlah PKL Kembali Ditertibkan

Selain mengganggu ketertiban lalu lintas, penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Denpasar juga bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

PKL -Penertiban sejumlah PKL yang berjualan di atas badan jalan di Kota Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Selain mengganggu ketertiban lalu lintas, penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Denpasar juga bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Minggu (19/7) lalu, 15 PKL yang berjualan di atas badan jalan (trotoar) di Kota Denpasar kembali ditertibkan.

Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, penertiban yang dilakukan menyasar PKL di Jalan Gajah Mada, Jalan Pulau Nias, Jalan PB Sudirman, Jalan Wahidin. “PKL ini ditertibkan karena berjualan di atas trotoar dan badan jalan. Mereka melanggar Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Dalam Perda tersebut ditentukan bahwa dilarang berjualan di atas trotoar, badan jalan dan bantaran sungai,” ungkap Sayoga saat ditemui Senin (20/7).

Supaya pelanggaran tersebut tidak terulang, pihaknya akan terus melakukan penertiban setiap hari terhadap PKL. Terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 keamanan dan kenyaman di Kota Denpasar harus diciptakan. Semua itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 pada klaster baru, yakni dari PKL itu sendiri. Mengingat PKL yang sering melanggar adalah mereka yang menggunakan rombong dengan cara berjualannya berpindah-pindah tempat. Menurutnya, kemungkinan besar penularan Covid-19 bisa saja terjadi, karena orang yang positif Covid-19 tidak bisa dilihat secara kasat mata. “Kami akan terus melakukan tindakan terhadap PKL yang berjualan di sembarang tempat, seperti di atas trotoar yang merupakan fasilitas umum,. Sehingga Kota Denpasar tidak ada lagi PKL yang berjualan sembarang tempat,” ujarnya.

Sebelum melakukan penertiban itu, pihaknya telah memberikan teguran, peringatan namun masih ada pedagang yang membandel atau melakukan pelanggaran seperti saat ini. Dalam aksi penertiban ini, Sayoga mengaku beberapa pedagang ada yang langsung mengangkut rombong maupun jualannya secara sendiri. Namun bagi yang membandel pihaknya mengangkut barang jualan pedagang secara paksa.

“Untuk memberikan efek jera PKL yang diketahui sudah pernah melanggar ini akan ditindak pidana ringan (tipiring). Sedangkan untuk pelanggar yang baru diberikan peringatan dan pembinanaan. Jika ditemukan lagi melanggar maka akan disidang tipiring juga,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN