MDR QRIS Nol Persen Bagi Merchant UMI dan UMKM Diperpanjang

Mendukung berbagai kegiatan ekonomi di tengah pandemi covid-19, Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan transaksi melalui nontunai, yang sejalan dengan dukungan terhadap bekerja dari rumah (WFH) dan social/physical distancing.

Denpasar (bisnisbali.com) –Mendukung berbagai kegiatan ekonomi di tengah pandemi covid-19, Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan transaksi melalui nontunai, yang sejalan dengan dukungan terhadap bekerja dari rumah (WFH) dan social/physical distancing. Tidak hanya itu BI memperpanjang penyesuaian atas MDR QRIS menjadi 0% khusus untuk merchant dengan kategori Usaha Mikro (UMI) dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sebelumnya hingga 30 September 2020 kini sampai akhir Desember 2020.
“Merchant discount rate atau MDR pada alat pembayaran QR Code Indonesian Standard (QRIS) akan digratiskan hingga Desember 2020,” kata Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho di Renon, Rabu (21/10).

Melalui kebijakan ini, diharapkan akseptasi QRIS semakin luas, dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi dan pengembangan UMKM. Trisno mengatakan perkembangan jumlah merchant QRIS di wilayah Bali hingga 16 Oktober 2020 sebanyak 142.162 merchant, dengan target hingga akhir tahun 2020 adalah sebanyak 200 ribu merchant. Peningkatan jumlah merchant selama awal 2020 (1 Januari-16 Oktober 2020) mencapai 459 persen. Sedangkan, peningkatan selama pandemi covid-19 (1 Maret-Oktober 2020) meningkat 123 persen.
Dari jumlah merchant QRIS di Bali, 53 persen adalah usaha mikro, 23 persen usaha kecil, 17 persen usaha menengah, 7 persen usaha besar dan 1 persen lainnya.
“Dari jumlah merchant QRIS tersebut Bali masuk 10 besar secara nasional,” ujarnya.
Trisno pun mengungkapkan dari angka tersebut, tertinggi Denpasar 49 persen atau 70.161 merchant. Sebaran di Kabupaten Badung merupakan yang terbanyak kedua di Bali dengan pangsa 27 persen atau sebanyak 38.337 merchant.
Selanjutnya Gianyar mencapai 8 persen atau 10.962 merchant. Buleleng 6 persen atau 8.668 merchant, Tabanan 6.120 merchant (4 persen), Karangasem 2.262 merchant (2 persen), Klungkung 2.203 merchant (2 persen), Jembrana 2.128 merchant (1 persen) dan Bangli 1.321 merchant (1 persen).

Ia pun menegaskan saat ini memasuki adaptasi digitalisasi ekonomi dan keuangan. Karenanya dengan QRIS, memudahkan masyarakat untuk tetap dapat bertransaksi maupun berdonasi secara aman, cepat, dan efisien terutama di tengah pandemi covid-19. Selain itu, QRIS dapat digunakan untuk mendorong digitalisasi UMKM.
“Digitalisasi ekonomi dan keuangan bukan sebuah pilihan namun suatu keharusan di era digital dan era covid-19,” ucapnya.
Bank sentral pun jelasnya akan terus mendorong penggunaan QRIS di semua lini usaha di Bali. Penggunaan digital payment sejalan dengan pergeseran interaksi antar manusia saat ini,” ucapnya.

BI kata dia, mendorong transaksi nontunai terutama yang bersifat contactless yang lebih Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Handal) Penerapan QRIS dapat dipakai semua lini, termasuk sektor pariwisata, seperti hotel, restoran atau pusat oleh -oleh, bahkan hingga ke pedagang di pasar tradisional.
“Itu karena tidak membutuhkan investasi besar dalam implementasi QRIS. BI siap menyongsong new normal pola transaksi pembayaran ke depan yang akan mengurangi kontak fisik (contactless),” jelasnya.*dik

BAGIKAN