Masyarakat Mesti Waspadai DBD

Masyarakat Kabupaten Gianyar mesti tetap mewaspadai kasus demam berdarah dengue (DBD) saat musim penghujan ini. Sebab, selama lima tahun terakhir terdapat ratusan kasus DBD di Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Masyarakat Kabupaten Gianyar mesti tetap mewaspadai kasus demam berdarah dengue (DBD) saat musim penghujan ini. Sebab, selama lima tahun terakhir terdapat ratusan kasus DBD di Gianyar.  Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gianyar Anak Agung Anom Sukamawa menyampaikan hal ini, Selasa (2/3) kemarin.

Agung Sukamawa menyatakan, penyakit DBD sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk di Bali. Penyakit DBD meningkat dan menyebar ke seluruh wilayah. Vektor penyakit  DBD yaitu nyamuk aedes aegypty dan aedes albopoctus masih banyak dijumpai di Bali. Kemajuan teknologi dalam bidang transportasi disertai mobilitas penduduk yang cepat memudahkan sumber penularan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Di Kabupaten Gianyar, dalam empat tahun terakhir jumlah kasus DBD tercatat cukup tinggi. Tahun 2017 sebanyak 511 kasus dengan kematian dua orang. Tahun 2018 menurun menjadi 144 kasus dengan jumlah kematian 0 dan tahun 2019 sebanyak 715 dengan kematian empat orang. Tahun 2020 kasus DBD di Gianyar sebanyak 1.751 dengan kematian tiga orang.

Kasus terbanyak  tahun 2019 di Kecamatan Sukawati dan tahun 2020 di Kecamatan Sukawati yaitu 387 kasus dengan tiga orang kematian. Selanjutnya Kecamatan Gianyar sebanyak 347 kasus tanpa ada kematian dan Kecamatan Ubud sebanyak 347 kasus juga tidak ada kasus  kematian.

Menurut Anom Sukamawa, pada awal 2020 Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan kasus yang signifikan. Tahun lalu merupakan siklus lima tahunan peningkatan kasus DBD dan terjadi di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Untuk menekan kasus DBD saat musim penghujan ini, Diskes Gianyar sudah menyosialisasikan kegiatan penangulangan di antaranya dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3M, yaitu menguras/membersihkan tempat-tempat perindukan nyamuk, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan mengubur/mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air. “Kader jumantik selalu mengingatkan masyarakat melakukan kegiatan PSN,” tutupnya. *kup

BAGIKAN