Masyarakat Mesti Garap Sektor Pertanian

Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan sektor pariwisata secara global sehingga berdampak pendapatan pemerintah dari sektor pariwisata.

Gianyar (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan sektor pariwisata secara global sehingga berdampak pendapatan pemerintah dari sektor pariwisata. Anggota Komisi I DPRD Gianyar, I Nyoman Kandel, Rabu (7/10) mengatakan ketika sektor pariwisata melesu akibat Covid-19 masyarakat termasuk kalangan generasi muda mesti menggarap sektor pertanian.

Diungkapkannya, masa pandemi Covid-19 sebagai wabah yang melanda dunia ini harus menjadi renungan seluruh masyarakat. Ini dikarenakan sektor pariwisata dan jasa lainnya sudah terpuruk.

Kandel menjelaskan sejak Januari PAD Gianyar yang berasal dari PHR terus menurun. Ini dikarenakan sektor pariwisata sangat tergantung kondisi alam, keamanan dan kesehatan.

Dijelaskannya, ketika sektor pariwisata menurun, masyarakat bisa beralih kembali mengembangkan sektor pertanian. Apalagi sekarang ini sedang digalakkan pertanian organik. Lebih lanjut dikatakan, generasi muda sekarang ini mesti mengakui sulitnya mendapatkan pekerjaan saat pandemi Covid-19. Di tengah sektor lain yang mengalami penurunan, satu-satunya yang masih bertahan adalah sektor pertanian.

Kandel melihat Indonesia sebagai negara agraris, namun kenyataannya Indonesia masih melakukan impor beras. Padahal potensi dan lahan pertanian sangat luas. “Ini yang harus diketahui dan mesti dijadikan pemacu generasi muda mengembangkan sektor pertanian,” sentil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gianyar ini.

Pengembangan sektor pertanian juga sebagai program meningkatkan ketahanan pangan. Ini sekaligus agar pertanian di Gianyar tidak terdegradasi. “Dengan pengembangan sektor pertanian, budaya dan alam pertanian akan lestari,  apalagi kini sudah mengarah pertanian organik,” tambah Nyoman Kandel. *kup

BAGIKAN