Masyarakat kian Sadar Prokes

Masyarakat Kabupaten Tabanan kian sadar menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 pada sejumlah kegiatan kemasyarakatan.

NGABEN MEGABUNG - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Ngaben Megabung di Banjar Adat Selemadeg Kelod.

Tabanan (bisnisbali.com) –Masyarakat Kabupaten Tabanan kian sadar menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 pada sejumlah kegiatan kemasyarakatan. Salah satunya tercermin dalam upacara pitra yadnya Ngaben Megabung yang diselenggarakan warga Banjar Adat Selemadeg Kelod, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Rabu (2/6) kemarin.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. yang ikut hadir dalam kegiatan itu. Selaku kepala daerah,  pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Ngaben Megabung apalagi telah menerapkan prokes. Terlebih lagi dilakukan atas dasar semangat gotong-royong yang didasari pikiran suci dan tulus ikhlas. ‘’Terus tingkatkan rasa persaudaraan dan persatuan yang didasari semangat gotong-royong agar visi misi Tabanan Era Baru menuju Tabanan yang Aman Unggul dan Madani (AUM) bisa secepatnya tercapai,” ujarnya.

Orang nomor satu di Tabanan itu juga sangat mengapresiasi lokasi bangsal Ngaben Megabung yang cukup luas, sehingga sangat sesuai dengan persyaratan prokes. Selebihnya Bupati Tabanan berharap seluruh masyarakat mematuhi dan memperketat penerapan prokes. “Meskipun sebagian besar masyarakat sudah divaksin, dalam kegiatan ini hendaknya protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat. Laksanakan pola hidup bersih dan sehat  serta 6M (memakai masker, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup, serta menjauhi kerumunan),” kata Sanjaya.

Ketua Panitia Ngaben Megabung, I Made Sumaja, mengungkapkan ngaben ini sudah menjadi agenda dalam perarem adat yang diselenggarakan selama lima tahun dan kali ini diikuti 27 sawa. Biasanya  Ngaben Megabung dirangkaikan dengan upacara metatah dan nyambutin, namun rangkaian upacara tersebut ditunda untuk menghindari kerumunan mengingat pandemi masih berlangsung.

Upacara Ngaben Megabung ini mengambil tingkatan yang paling nista untuk mengurangi waktu pelaksanaan yang puncaknya digelar 4 Juni. “Ngaben harusnya sudah berlangsung tahun 2020, namun ditunda karena situasi pandemi dan baru dilakukan tahun ini. Pembiayaan berasal dari urunan warga banjar sebesar Rp 200 ribu,” bebernya. *man

BAGIKAN