Masuki Tatanan Era Baru, Industri Pariwisata di Denpasar Mulai Diverifikasi

Tim Verifikasi Pariwisata Pemerintah Kota Denpasar melakukan verifikasi terhadap beberapa usaha di bidang pariwisata, di antaranya daerah tujuan wisata (DTW), hotel, restoran, mal, vila, spa dan tempat rekreasi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Tim Verifikasi Pariwisata Pemerintah Kota Denpasar melakukan verifikasi terhadap beberapa usaha di bidang pariwisata, di antaranya daerah tujuan wisata (DTW), hotel, restoran, mal, vila, spa dan tempat rekreasi. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mempersiapkan tatanan kehidupan era baru di masa pandemi  Covid-19.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani didampingi Ketua PHRI Bali yang sekaligus Ketua Tim Verifikasi Kota Denpasar I.B. Purwa Sidemen serta tim verifikasi lainnya. Verifikasi kali ini meninjau kesiapan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru di salah satu hotel yang berada di Jalan Teuku Umar, Denpasar pada Jumat (7/8).

Dalam kegiatan tersebut Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani menyampaikan, kegiatan ini dilakukan Pemerintah Kota Denpasar untuk mendukung pengembangan pariwisata di Bali. Salah satu pendukungnya adalah perhotelan agar mempunyai fasilitas memadai untuk dapat memberikan kenyamanan, keselamatan dan keamanan bagi wisatawan saat menginap.

“Kami berkomitmen untuk tetap mendukung semua pelaku usaha khususnya di bidang pariwisata yang ada di Kota Denpasar, agar tetap dapat beroperasi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan untuk membangun perekonomian kembali di tengah pandemi Covid-19,” ujar Dezire Mulyani.

Lebih lanjut dikatakan, seluruh pelaku usaha khususnya di bidang pariwisata turut mengikuti SOP dari protokol kesehatan, sehingga mampu memenuhi syarat – syarat dalam era tatanan kehidupan baru, yang produktif sekaligus aman.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Kota Denpasar, I.B. Purwa Sidemen menambahkan dalam kegiatan tersebut yang menjadi tinjauan yaitu kelengkapan kesehatan seperti sarana cuci tangan, tissue, hand sanitizer, kebersihan area, dan khusus untuk staf diharuskan untuk menggunakan APD sesuai SOP seperti faceshield, masker dan slop tangan. “Tujuan dilakukannya verifikasi ini agar para pelaku usaha khususnya bidang pariwisata di Kota Denpasar tetap melakukan protokol tatanan kehidupan era baru agar tetap terhindar dari penyebaran virus corona atau Covid-19,” ujarnya. *wid

BAGIKAN