Masih Sosialisasi, Sanksi Pelanggaran Prokes di Pasar Tradisional

Dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020 yang salah satunya memuat adanya denda hingga Rp100.000 jika tidak memakai masker masih perlu disosialisasikan lebih lanjut.

PASAR - Aktivitas di pasar tradisional

Denpasar (bisnisbali.com) –Dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020 yang salah satunya memuat adanya denda hingga Rp100.000 jika tidak memakai masker masih perlu disosialisasikan lebih lanjut. Termasuk di pasar tradisional yang selama ini imbauan penggunaan masker sudah terus dilakukan. Dan, terkhusus di pasar tradisional, dirasa perlu adanya sosialisasi terlebih dengan keberadaan sanksi berupa denda yang berlaku.

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, saat ditemui, Senin (31/8), mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada para pelaku pasar. Sosialisasi dilakukan agar pelaku pasar tidak kaget terhadap sanksi yang diberlakukan.

Terkait teknis penerapannya termasuk pengawasan serta pemberian sanksi, dikatakannya masih harus dikoordinasikan lebih lanjut bersama OPD terkait serta Satgas Penanggulan Covid-19. “Hingga saat ini kami masih sosialisasikan dulu, terlebih terhadap sanksi berupa denda yang berlaku,” ujarnya. Disinggung terkait Pergub yang disertai sanksi berupa denda, pria yang akrab disapa Gus Kowi ini mengatakan, jika dilihat nilainya memang tinggi, namun menurutnya ini adalah suatu upaya meningkatkan disiplin masyarakat. “Terlebih ini untuk kepentingan kesehatan kita bersama. Agar masyarakat lebih disiplin termasuk juga di pasar rakyat,” terangnya.

Sebelumnya, hampir semua pasar di Kota Denpasar telah memberlakukan wajib masker. Ada beberapa pasar pula yang menerapkan sanksi berupa pelarangan masuk area pasar bagi pengunjung yang tidak memakai masker hingga sanksi tidak bisa berjualan sementara waktu bagi pedagang yang ketahuan tidak memakai masker dengan benar. *wid

BAGIKAN