Masih Rendah, Populasi Babi di Bali

Kelangkaan babi masih terjadi di Bali yang membuat harga daging tinggi di pasaran mencapai Rp 100.000 per kilogram.

BABI – Populasi babi saat ini sangat minim, hanya mencapai sekitar 20 persen.

Mangupura (bisnisbali.com)-Kelangkaan babi masih terjadi di Bali yang membuat harga daging tinggi di pasaran mencapai Rp 100.000 per kilogram. Hingga kini, populasi babi di Bali hanya 10 sampai 20 persen. Dikhawatirkan, pada momen hari raya Galungan dan Kuningan pada April mendatang harga daging babi masih tetap tinggi.

Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali, I Made Hari Suyasa saat ditemui di Abiansemal, Badung, Jumat (19/2),  mengatakan, untuk menambah jumlah populasi babi dalam waktu singkat sangat sulit dilakukan. Terlebih, para peternak babi saat ini tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai beternak akibat kerugian yang dialami dari wabah yang menyerang ternaknya setahun lalu.

“Wabah itu telah menimbulkan dampak yang luar biasa bagi para peternak, sehingga tidak lagi punya modal untuk beternak. Untuk itu kami para perternak tidak bisa bergerak sendiri, kami butuh bantuan pemerintah,” ungkapnya.

Pria asal Badung ini mengatakan, telah berupaya meminta bantuan untuk hidupnya peternakan babi yang notabene peternakan rakyat ini kembali. Diceritakannya, untuk Kabupaten Badung, Ketua DPRD Badung sudah memberi tanggapan dengan membantu peternak melalui CSR BUMN untuk mendapatkan pinjaman modal dengan bunga rendah yaitu 3 persen per tahun. Hari Suyasa mengatakan ini memberi sedikit harapan bagi peternak.

Namun demikian, hal itu baru terjadi di Kabupaten Badung. Pihaknya berharap kabupaten lainnya juga bisa memberikan solusi yang sama bagi para peternak. “Kalaupun tidak dengan APBD, bisa juga dengan memanfaatkan CSR pada perusahaan yang ada di daerah masing-masing,” terangnya.

Selain untuk menekan lonjakan harga babi, menaikan populasi babi juga dikatakannya sangat perlu dilakukan. Hal itu dikarenakan babi tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang notabena penggerak ekonomi kerakyatan, namun juga sebagai budaya masyarakat. Saat ini, harga babi hidup dikatakannya mencapai Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per ekornya, tergantung kualitas dari babi sendiri. *wid

BAGIKAN