Masa Pandemi, Santunan Jasa Raharja di Bali Hanya Turun Dua Persen

Berbeda dengan daerah lainnya, yang masa pandemi pembayaran santunan menurun cukup signifikan, di Bali justru hanya menurun 2 persen.

Denpasar (bisnisbali.com) –Berbeda dengan daerah lainnya, yang masa pandemi pembayaran santunan menurun cukup signifikan, di Bali justru hanya menurun 2 persen. Ini dikarenakan fatalitas kecelakaan cukup tinggi meski angka kecelakaan menurun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Jasa Raharja Cabang Bali, Dwi Sasono, saat penyerahan 500 paket sembako kepada Pemerintah Provinsi Bali pada Rabu (1/7) kemarin bertempat di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar. Dia menyebutkan hingga semester I ini, angka santunan yang dibayarkan hampir Rp 22 miliar. “Hanya turun 2 persen dibandingan dengan tahun sebelumnya pada semester yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, adanya pembatasan masyarakat dalam berativitas termasuk aktivitas pariwisata, tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah pembayaran santunan, khususnya di Bali. Berbeda dengan daerah di luar Bali yang penurunan jumlah pembayaran santunan bisa mencapai 20 persen. “Aktivitas masyarakat dan aktivitas pariwisata di Bali yang menurun kontradiktif dengan jumlah santunan yang dibayarkan,” terangnya.

Dijelaskannya, jalanan sepi terkadang membuat lengah seseorang untuk menambah kecepatan kendaraannya, sehingga akibat yang ditimbulkan cukup parah (fatal). Hal ini yang membuat jumlah santunan tinggi, meski angka kecelakaan tidak begitu tinggi.

Dengan itu, Dwi Sasono, mengatakan kesadaran masyarakat harus tetap diingatkan. Jalan sepi karena ativitas minim, menurutnya  jangan sampai membuat masyarakat lengah untuk mengendarai kendaraan dengan lebih cepat yang  berakibat buruk terhadap diri sendiri. Dikatakannya dengan kondisi ini, tentu Bali menjadi point merah dalam pecatatannya, sehingga diharapkan kedepan masyarakat lebih sadar untuk lebih waspada dalam berkendara. *wid

BAGIKAN