Maret, Baru 160.000 Turis Datang ke Bali

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Rabu (18/3) di Ruang kerjanya Dispar Bali, Renon, Denpasar mengatakan, kunjungan wisatawan ke Bali pada Maret ini, hingga 15  Maret 2020 mencapai 160 ribu orang.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, Rabu (18/3) di Ruang kerjanya Dispar Bali, Renon, Denpasar mengatakan, kunjungan wisatawan ke Bali pada Maret ini, hingga 15  Maret 2020 mencapai 160 ribu orang. Diakui, jumlah terjadi penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Putu Astawa menuturkan, dampak dari corona virus disease 2019 (covid-19) terhadap sektor pariwisata sudah mulai terasa. Dari data pada Maret 2019, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 430 ribu orang. “Kalau kita lihat dalam pertengahan Maret ini kunjungan wisatawan, baru 160 ribu. Kalau kita asumsikan  dikalikan dua saja, berarti prediksi kunjungan satu bulan ini 320 ribu orang,” terangnya. Jadi kalau dibandingkan tahun lalu, kemungkinan terjadi penurunan 110 ribu wisatawan.

Pihaknya menyadari sepenuhnya penurunan, akibat meluasnya sebaran covid-19 yang telah menjadi pandemi di dunia. Meski demikian karena Indonesia, khususnya Bali belum menutup diri maka masih banyak wisatawan yang datang ke Bali.

Dari jumlah wisatawan tersebut yang terbanyak dari Australia yaitu 38.031 orang, United Kingdom 9.636 orang, disusul Rusia 9.334 orang, Jepang 7.673 wisatawan, India 7.628 orang, Amerika serikat 7.092 orang, Jerman 6.972 orang, Prancis 5.337 wisatawan, Malaysia 5.771 orang. Wisatawan yang datang ke Bali total dari 171 negara di dunia.

Saat ini pihaknya mengaku masih fokus untuk mitigasi corona, dengan dibentuknya Satgas Penanggulangan Covid-19 oleh Gubernur. “Satgas ini fungsinya untuk pencegahan dengan meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk, melalui bandara dan pelabuhan-pelabuhan, memasang termoskener, meningkatkan sanitasi, di seluruh bidang baik hotel-hotel maupun restoran secara serentak. “Langkah ini akan terus dilakukan agar menjadi kebiasaan, baik itu ada virus atau tidak. Harapan kami  ini ke depannya akan menjadi suatu habit,” tandasnya.

Satgas juga menyiapkan sarana prasarana rumah sakit, tenaga medis, sarana prasarananya sekiranya bila terjadi sesuatu. “Jadi kesiapsiagaan yang diutamakan. Untuk pemulihan pariwisata akan segera kami lakukan setelah masa darurat ini berakhir,” pungkasnya. *pur

BAGIKAN