Manfaatkan Penurunan BI 7DRR, Perbankan harus Lakukan Penyesuaian ’’Business Plan”

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau 7 day reverse repo rate (BI 7DRR) menjadi 4,75 persen harus dapat dimanfaatkan perbankan dengan melakukan penyesuaian business plan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau 7 day reverse repo rate (BI 7DRR) menjadi 4,75 persen harus dapat dimanfaatkan perbankan dengan melakukan penyesuaian business plan.

“Salah satunya dengan ekspansi kredit guna memanfaatkan peluang penurunan suku bunga acuan tersebut,” kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, M. Setyawan Santoso di Renon.
Meskipun demikian, kata Setyawan, ekspansi harus dilakukan secara berhati hati dengan tetap memperhatikan faktor 5C yaitu character, credibility, collateral, capacity dan condition of economy. Termasuk prinsip Know Your Customer agar ekspansi kredit tetap disertai dengan tingkat nonperforming loan atau rasio kredit bermasalah (NPL) yang terkendali yaitu di bawah 5 persen.

Ia pun menyampaikan berdasarkan data BI, perkembangan kinerja perbankan di Bali ditandai dengan pertumbuhan jumlah kredit yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan simpanan. Pertumbuhan kredit meningkat dari 4,96 persen pada 2018 menjadi 7,38 persen pada 2019 dengan nilai mencapai Rp82,3 triliun. Sementara itu, pertumbuhan simpanan juga meningkat dari 7,92 persen pada 2018 menjadi 8,71 persen pada 2019 dengan nilai menembus Rp101,7 triliun.

“Ini artinya masih terbuka lebar peluang bagi perbankan untuk menyalurkan persediaan dana yang melimpah dalam bentuk kredit,” ujarnya.

Ahli ekonomi BI ini menilai ekspansi kredit ditentukan oleh kebijakan dari individu bank untuk melakukan ekspansi. Dampak dari lebih besarnya dana diterima dibandingkan dengan dana masuk adalah bank melakukan penempatan pada aset aset yang kurang produktif. Sebaliknya, dari sisi pelaku usaha, dampak dari tidak terpenuhinya permintaan kredit oleh perbankan mengakibatkan pelaku usaha mencari alternatif pembiayaan dari perbankan di luar Bali atau dari institusi nonbank.

“Kondisi ini menyebabkan fungsi intermediasi perbankan di Bali perlu ditingkatkan. Karenanya perbankan harus melakukan penyesuaian business plan dengan ekspansi kredit guna memanfaatkan peluang penurunan suku bunga acuan ini,” ucapnya.*dik

BAGIKAN