Manfaatkan Medsos dan Website

AWAL berdirinya Sunbag Bali ini tahun 2017 tepatnya bulan Juli. Sunbag Bali membuat usaha rumahan di bidang jasa pembuatan paper bag, tote bag, blacu dan spunbond terbesar di Bali.

Sunhaji

AWAL berdirinya Sunbag Bali ini tahun 2017 tepatnya bulan Juli. Sunbag Bali membuat usaha rumahan di bidang jasa pembuatan paper bag, tote bag, blacu dan spunbond terbesar di Bali. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, sampai sekarang masih tetap bisa beroperasi tetapi banyak pengurangan yang dilakukan. Bahkan, di masa pandemi Covid-19 ini order  masih tetap jalan.

Menurut Sunhaji, Owner Sunbag Bali, awal tercetusnya paper bag ini adalah basic dirinya yang dahulu bekerja di sebuah printing di bidang garmen. Lama-kelamaan banyak tamu yang memesannya dan ada juga tamu yang datang meminta solusi apakah bisa membikin paper bag. Setelah ada tawaran, pihaknya mencoba membuat sampelnya dan menunjukkan ke tamu. ‘’Ternyata si pemesan setuju. Akhirnya kami bisa membikin paper bag lumayan banyak. Bahkan, pengerjaan paper bag bisa dibawa pulang oleh karyawan dan dikerjakan di rumahnya karena dead line-nya mepet banget,’’ jelasnya.

Setelah tidak bekerja lagi di perusahaan printing di bidang garmen, ia berpikir mau membuka usaha sendiri.  Dari situlah Sunhaji memfokuskan diri membuka usaha di bidang paper bag. Seiring berjalannya waktu, ia mulai membuat website yang diberi nama paperbagbagi.com. Nah, dari situlah awal mulainya ada paper bag Bali ini sampai sekarang. ‘’Setelah kami meluncurkan website, respons masyarakat memang cukup bagus. Orderan yang masuk sebelum pandemi misalnya acara ulang tahun dan pernikahan kadang dipakai paper bag untuk membungkus suvenir,’’ katanya.

Semenjak pandemi mulai melanda semua bisnis, pihaknya di paper bag juga sangat terdampak.  Mulai Januari sampai Maret 2020 menyelesaikan pekerjaan prepaid order  dan pas Maret semuanya bisa dituntaskan.  Nah, sejak April 2020 mulai terasa sekali dampak pandemi. Karyawan pun jarang beroperasi karena orderan agak menurun. Sunbag Bali mempergunakan sistem borongan untuk yang produksi finishing. Sasarannya adalah ibu-ibu rumah tangga karena biasanya lebih terampil mengerjakan pekerjaan.

Pesanan biasanya lebih banyak dari luar negeri seperti Australia dan Spanyol lewat website. Sunbag Bali tidak mengurusi lagi masalah kargo karena ditanggung oleh pemesan. Saat ini yang mengorder khusus domestik saja. Sunhaji sempat berpikir di masa pandemi ini langkah-langkah apa yang harus dilakukan biar tetap served di masa pandemi. ‘’Kami harus memanfaatkan medsos dan website karena hanya itu yang bisa dilakukan di samping adanya pembatasan-pembatasan yang diberlakukan untuk memutus Covid-19 lebih meluas,’’ ujar Sunhaji.

Setelah Oktober sampai November ada sedikit lampu hijau. Purchase order (PO) yang belum dibayar tiba-tiba datang memberi info akan bayar dan mau memesan lagi. Akan tetapi pada Desember sampai Januari lagi ada pembatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga memengaruhi lagi pesanan yang masuk. ‘’Di awal Maret 2021 sudah ada mulai kelonggaran sehingga ada pergerakan ke arah yang positif untuk Sunbag Bali,’’ tutupnya.  *suk

BAGIKAN