Manfaat AMDK, KK Miskin Gianyar Nikmati Subsidi Air Bersih

Bupati Gianyar telah memulai pembangunan gedung Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS)  di Desa Bukian, Payangan.

AIR - Pembangunan gedung Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani, di Desa Bukian, Payangan.  

Gianyar (bisnisbali.com) –Bupati Gianyar telah memulai pembangunan gedung Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS)  di Desa Bukian, Payangan. Ketua Tim Fasilitasi Pembangunan AMDK Kabupaten Gianyar, Drs. Gede Widarma Suharta, M.M., Jumat (4/9) mengatakan melalui pengembangan  AMDK, KK miskin di Gianyar akan menikmati subsidi air bersih.

Diungkapkannya, tujuan pembangunan AMDK ini adalah untuk memberikan pelayanan air minum kemasan yang sehat, berkualitas, dan terjangkau. Di samping itu, AMDK ini akan memberikan pendapatan asli daerah bagi Pemkab Gianyar.

Widarma Suharta menjelaskan PAD dari AMDK ini akan menjadi sumber anggaran pemberian subsidi bagi sekitar 7.000 KK miskin yang pemakaian air PDAM-nya di bawah 10 kubik. “Masyarakat Gianyar akan menikmati subsidi air bersih,”  jelasnya.

Dipaparkannya, untuk tahun pertama akan diproduksi air mineral dalam sehari sebanyak 14.976 kemasan non galon atau setara ukuran 600 ml. AMDK juga akan memproduksi air de-mineral sebanyak 4.896 kemasan non galon atau setara ukuran 600 ml.

Lebih lanjut Widarma Suharta menyampaikan AMDK tersebut akan dipasarkan Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani ke hotel, restoran, obyjek wisata, instansi pemerintah, toko modern, dan kantor swasta. Hasil roduksi AMDK ini juga akan dipasarkan oleh BUMDes Bukian dengan pangsa pasar yaitu pada kegiatan pemerintahan desa, desa adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat.

Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Made Sastra Kencana memaparkan mesin yang akan digunakan memproduksi AMDK memiliki sistem produksi dan spek yang lebih tinggi, dimensi yang komplit serta sistem yang otomatis, dari pengolahan hingga pengisian ke kemasan. “Betul dan prosesnya lebih baik dari yang disebut karena menggunakan nanofiltrasi untuk pengaturan rasa dan komposisi mineral, sementara yang lain hanya ozon dan ultraviolet saja,” jelas Sastra Kencana.

Sastra Kencana menambahkan, pabrik ini memanfaatkan mata air belahan paras  yang disucikan, kualitasnya sudah diuji di laboratorium dan siap minum. “Dan dengan proses nanofiltrasi, ozon dan ultraviolet, kualitas ditingkatkan sehingga rasanya (diatur komposisi mineralnya) akan beda dengan  branded yang sudah beredar,” tegasnya.*kup

BAGIKAN