Makin Lama Penanganan Covid-19, Kian Panjang Pemulihan Ekonomi

Makin lama penanganan Covid-19, makin lama pula proses pemulihan ekonomi.

Denpasar (bisnisbali.com) –  Makin lama penanganan Covid-19, makin lama pula proses pemulihan ekonomi. Dengan demikian, pengetatan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sangat penting. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah khususnya di tengah kondisi ekonomi nasional yang mengalami resesi. Hal itu diungkapkan pemerhati ekonomi dari Undiknas University, Prof. Gede Sri Darma.

Terkait pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat tidak mudah mengeluh karena usahanya merugi terutama dalam kondisi pandemi Covid-19, Prof. Sri Darma menilai, sejatinya sulit untuk menggerakkan dunia usaha kalau daya beli dan tingkat keamanan terhadap pandemi belum bagus. Kendati demikian, ia menyebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu percepat penyerapan bantuan sosial kepada mereka yang benar-benar terdampak. Selain itu, perluas insentif dan stimulus yang diberikan kepada masyarakat serta insentif pajak kepada pelaku UMKM dan berikan stimulus juga kepada pelaku UMKM.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho menyampaikan, bagi Bali yang perekonomiannya ditopang sektor pariwisata, hal ini menyebabkan Bali menjadi provinsi yang mengalami kontraksi perekonomian terdalam dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Namun demikian, Trisno Nugroho menekankan masyarakat tidak boleh menyerah pada kondisi ini. Beberapa hal penting dalam strategi untuk bertahan (survival strategy) dan strategi pemulihan harus dilakukan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Denpasar Nyoman Sender menyatakan, masyarakat harus mampu memanfaatkan berbagai fasilitas kemudahan melalui berbagai bantuan stimulus yang telah diberikan pemerintah tersebut dengan tepat guna dan sasaran. Apabila tidak dibarengi dengan usaha keras masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan baik dan produktif, niscaya perbaikan kondisi ekonomi di tengah Covid-19 sulit teratasi. *dik

BAGIKAN