Made Watha, Kedepankan Prokes

MASYARAKAT mesti menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan berupaya mencegah terjadinya kerumunan dalam rangkaian perayaan Nyepi.

MASYARAKAT mesti menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan berupaya mencegah terjadinya kerumunan dalam rangkaian perayaan Nyepi. Desa adat memiliki tanggung jawab mencegah terjadinya kerumunan warga, di samping mendapat pengawasan petugas Satpol PP dan TNI/Polri.

Kasatpol PP Kabupaten Gianyar Made Watha mengatakan, pelaksanaan melasti atau mekiis tergantung desa kala patra. Namun, hasil koordinasi dengan PHDI dan MDA, desa adat diarahkan melaksanakan kegiatan melasti secara ngubeng di desa masing-masing. ‘’Walaupun dihadapkan masa pandemi Covid-19, pelaksanaan penyepian tawur kesange tetap berjalan tetapi tetap mengedepankan  protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan dalam rangkaian perayaan Nyepi, akan dilakukan pengawasan oleh Tim Gabungan Satpol PP, TNI dan Polri bersinergi dengan Satgas Gotong Royong  Desa Adat dan Satgas Terpadu Desa Dinas. Pengawasan protokol kesehatan tetap menjadi ranah desa adat. Satgas Gotong Royong Desa Adat wajib melaksanakan pengawasan prokes.

Jika terjadi kerumunan saat perayaan Nyepi, lanjut Watha, ini menjadi tanggung jawab desa adat. Desa adat mesti berkomitmen mencegah kerumunan agar perayaan Nyepi tidak memunculkan klaster Covid-19. Semua ini dilakukan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

‘’Pelaksanaan semua rangkaian kegiatan Nyepi mesti dilakukan di lingkungan desa masing-masing. Untuk tingkat keluarga, tanpa mengurangi makna, semua kegiatan ritual bisa dilaksanakan dari rumah,” tambahnya. *kup

BAGIKAN