Made Suarja, Layanan Berbasis Teknologi

SAAT ini perbankan menghadapi tantangan sangat berat yakni pandemi Covid-19.

SAAT ini perbankan menghadapi tantangan sangat berat yakni pandemi Covid-19. Pelaku Bank Perkreditan Rakyat (BPR) juga sedang dihadapkan dengan era milenium. Menurut Sekretaris DPD Perbarindo Bali Made Suarja, dalam era milenium BPR mesti hadir untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Direktur Utama BPR Udary ini menyampaikan, BPR harus menghadirkan layanan berbasis teknologi untuk menggaet pasar milenial. Untuk menggarap pasar milenial, sumber daya manusia (SDM) BPR mesti mengikuti bentuk layanan model baru. Layanan BPR bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang menjadi bagian kaum milenial. Agar siap menggarap kaum milenial, insan BPR wajib meningkatkan kualitas SDM.

Suarja meyakinkan insan BPR harus secara terus-menerus meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan perbankan. Di samping penguasaan terhadap teknologi, juga mengikuti kebutuhan pasar. Dalam menggarap pasar, BPR tentu mempunyai strategi tersendiri untuk bisa bersaing dengan bank umum. Melihat dinamika sosial saat ini, insan BPR mesti tertantang untuk maju dengan daya saing yang tinggi.

Sesuai tuntutan pasar milenial, insan BPR  dituntut selalu melakukan perubahan-perubahan dari segi pelayanan dengan mengacu pada keinginan masyarakat. “Saya optimis layanan BPR masih dibutuhkan masyarakat dan  sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” ucapnya.

Ditambahkannya, di samping berbasis digital, layanan BPR juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian atau personal approach. Dengan pelatihan model baru para insan BPR bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di era milenium. *kup

BAGIKAN