Made Sarwa, Kelonggaran Digitalisasi

KONDISI ekonomi menurun karena dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, Ketua DPK Perbarindo Gianyar Made Sarwa minta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diberikan kelonggaran dalam pemberlakuan digitalisasi sehingga eksis dalam persaingan pada tahun 2021.

KONDISI ekonomi menurun karena dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, Ketua DPK Perbarindo Gianyar Made Sarwa minta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) diberikan kelonggaran dalam pemberlakuan digitalisasi sehingga eksis dalam persaingan pada tahun 2021.

Diungkapkannya, perekonomian Bali setahun ini melemah karena dampak pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, BPR mesti menyesuaikan diri dengan tantangan yang dihadapi sekarang. BPR wajib menerapkan digitalisasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selaku nasabah.

Direktur BPR Gianyar Partasedana  ini menjelaskan, masalah digitalisasi bukan persaingan lagi tetapi merupakan tuntutan zaman. Industri BPR harus mengikuti perkembangan digitalisasi di lembaga keuangan sangat cepat.  Pengembangan digital ini  sesuai dengan kemampuan BPR itu sendiri. Jika tidak mengikuti digitalisasi, BPR akan tergilas. ‘’BPR mesti menerapkan digitalisasi agar siap bersaing dengan lembaga keuangan yang lain,” ucapnya.

Made Sarwa menambahkan, pelaku industri BPR berharap pemegang kebijakan sedikit melonggarkan perlakuan digitalisasi terhadap BPR sehingga bisa memberikan layanan lebih kepada masyarakat. *kup

BAGIKAN