Made Gede Wisnu Wijaya, Optimalkan Langkah Preventif  

KASUS Covid-19 di Banjar Pengembungan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, bertambah.

KASUS Covid-19 di Banjar Pengembungan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, bertambah. Untuk mengantisipasi kasus positif dari klaster keluarga, Tim Satgas Covid-19 bersama Satpol PP, Polres Gianyar dan TNI melakukan langkah preventif dengan terus menyosialisasikan penerapan prokes termasuk dalam kegiatan upacara adat.

Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya selaku Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar  menyampaikan, kasus positif Covid di Banjar Pengembungan sudah ditangani dengan rapid test antigen massal. Rapid test massal ini terselenggara berkat bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Jika ada laporan kasus positif Covid-19 dari klaster keluarga akan ditangani sesuai SOP. Rapid test untuk klaster keluarga akan dilakukan maksimal hingga radius 50 meter sekeliling rumah warga yang  positif Covid,’’ ujarnya.

Sejalan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah akan meningkatkan kedisiplinan warga dalam penerapan prokes, yaitu tetap menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Penerapan prokes secara ketat  juga diberlakukan dalam kegiatan adat.

Dikatakannya, Surat Edaran (SE) Gubernur, SE MDA dan SE PHDI terkait pembatasan pelaksanaan kegiatan adat masih berlaku.  “Masyarakat diharapkan tetap berupaya meminimalkan aktivitas berkerumun (jaga jarak) dalam kegiatan adat guna mengantisipasi munculnya kasus Covid-19 dari klaster keluarga,” tegasnya.

Satgas Covid-19 Kabupaten Gianyar bersama komponen terkait telah menggelar rapat koordinasi guna mengevaluasi penanganan Covid sehubungan masih merebaknya kasus Covid-19 di Gianyar. Rapat juga bertujuan mengefektifkan pelaksanaan PPKM.

Berdasarkan rapat evaluasi tersebut, langkah penanganan Covid-19 di Kabupaten Gianyar akan mengoptimalkan langkah preventif. Sebab, pemulihan sudah baik,  ruang isolasi tidak pernah kewalahan dan buffer stock tidak kewalahan. ‘’Kami sudah bedah bersama-sama, tampaknya yang kurang di masyarakat adalah sosialisasinya,” tambah Wisnu Wijaya. *kup

BAGIKAN