Made Astawa, Sasar Pasar Mancanegara

PASAR mancanegara dinilai sangat menghargai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya pada kerajinan rumah tangga.

PASAR mancanegara dinilai sangat menghargai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya pada kerajinan rumah tangga. Made Astawa pengelola Tenun Sari Bhakti Ikat mengatakan salah satunya adalah kain tenun cagcag yang menjadi salah satu produk primadona Tampaksiring yang diunggulkan masuk ke pasar mancanegara.

Diungkapkannya, pasar mancanegara sangat menghargai produk kerajinan dan seni yang dihasilkan masyarakat Gianyar. Lanjut dia, kain tenun cagcag ini diproduksi dengan proses tenun secara tradisional. Sehingga membuat harga kain tenun ini mimiliki harga yang sangat tinggi, khususnya di pasar mancanegara.

Menurut Astawa, ketika produk tenun ini dikerjakan secara tradisional, pasar mancanegara siap membeli dengan harga mahal. Buyer juga menjual produk tenun cagcag ini dengan harga mahal di negara pasar.
Contoh kain tenun cagcag ukuran 2 m x 120 cm ditawarkan ke pasar domestik Rp 1.500.000 per pcs. Selendang tenun cagcag ukuran 8 cm x 120 cm ditawarkan Rp 200.000-Rp 400.000 per pcs di pasar domestik.

Sementara di pasar mancanegara produk kain tenun cagcag ini ditawarkan dua kali lipat dibandingkan pasar domestik. Bahkan di Pasar Amerika kain tenun cagcag ditawarkan bisa tiga kali lipat dibandingkan dengan harga jual di pasar domestik.
Made Astawa menambahkan untuk mendapatkan harga jual tinggi, kain tenun cagcag Tampaksiring ini dioptimalkan menyasar pasar mancanegara.*kup

BAGIKAN