LPD Renon Miliki Program Kredit Suku Bunga Ringan untuk Masyarakat Sakit

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Renon memiliki berbagai program kredit, salah satunya kredit dengan suku bunga ringan  diperuntukkan bagi masyarakat sakit yang membutuhkan dana besar untuk menjalani rawat inap.

Pelayanan di LPD Desa Adat Renon

Denpasar (bisnisbali.com) –Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Renon memiliki berbagai program kredit, salah satunya kredit dengan suku bunga ringan  diperuntukkan bagi masyarakat sakit yang membutuhkan dana besar untuk menjalani rawat inap. Program kredit ini tentunya difungsikan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Kepala LPD Desa Adat Renon, I Wayan Madia mengatakan, program kredit ini memberikan suku bunga 1,15 persen menurun dengan plafon maksimal Rp50 juta dan masa pinjaman maksimal 3 tahun.  Dibandingkan kredit biasa yang suku bunganya hingga 2 persen, tentunya program kredit dengan suku bunga ringan ini sangat membantu masyarakat. Selain itu, LPD Renon juga memberikan proses pelayanan yang cepat dan mudah, sehingga tidak membuat masyarakat terbebani.

Untuk mendapatkan kredit ini, tidaklah sulit, masyarakat yang akan memanfaatkan program ini untuk keperluan biaya rumah sakit disyaratkan membawa rekomendasi dari kelian banjar masing-masiang. “Tujuannya agar mengatahui calon nasabah memang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Prinsip kehati-hatian kata Madia tentu dijalankan dalam pemberian kredit nantinya kepada nasabah, dengan menganalisis profil calon nasabah, dan sebagainya. Nasabah juga dimintakan jaminan. Hal ini dilakukan guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan terlebih bermuara pada kredit bermasalah.

Selain kredit dengan suku bunga murah difungsikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,  LPD Desa Adat Renon juga memiliki program kredit lainnya, seperti kredit investasi, kredit konsumtif hingga kredit produktif. Jenis kredit ini memberikan suku bunga yang bervariasi sesuai dengan jenis kredit serta plafon yang diinginkan. Suku bunga yang diberikam yaitu 1-2 persen menurun.  *wid

BAGIKAN