LPD Kuta Kucurkan Kredit Mikro

DI tengah situasi ekonomi yang lesu saat ini, biasanya masyarakat berpikir singkat untuk memperoleh pinjaman.

TRANSAKSI - Seorang nasabah sedang melakukan transaksi di LPD Desa Adat Kuta.

DI tengah situasi ekonomi yang lesu saat ini, biasanya masyarakat berpikir singkat untuk memperoleh pinjaman. Tak ayal banyak masyarakat yang memilih rentenir guna mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa memikirkan risiko yang akan dihadapi.

Melihat fenomena tersebut, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kuta membuat terobosan dengan mengeluarkan produk kredit baru untuk membantu menghindarkan masyarakat dari jeratan rentenir. Produk tersebut berupa kredit mikro, yang merupakan pengembangan dari kredit modal kerja.

Kepala LPD Desa Adat Kuta, I Wayan Gede Budha Artha, S.E., M.M., mengatakan kredit mikro merupakan kredit harian yang menawarkan banyak kemudahan, di antaranya bunga cukup rendah dengan jumlah pinjaman maksimal Rp10 juta dan tanpa jaminan (agunan). Dengan adanya kemudahan tersebut membuat kredit ini sangat diminati masyarakat di wilayah Desa Adat Kuta.

“Setelah kita telusuri, banyak masyarakat kena jeratan rentenir secara terselubung dengan bunga 5 – 10 persen, ini terlalu berat bagi masyarakat, sehingga kami masuk dengan menawarkan kredit mikro dengan bunga 2 persen, ini kecil sekali,” papar Budha Artha.

Dikatakannya, sasaran dari kredit mikro ini adalah para pedagang di Pantai Kuta yang jumlahnya mencapai ribuan dan memiliki keterikatan dengan desa adat. Di samping itu juga para pedagang Pasar Seni Kuta dan pasar senggol, serta masyarakat umum yang tidak memiliki keterikatan dengan desa adat namun dikenakan jaminan misalnya sepeda motor.

“Nasabah kami untuk kredit ini dominan adalah pedagang di pantai, pasar seni dan pasar senggol, dan mereka punya surat kontrak dengan pihak desa adat sehingga aman bagi kami. Kredit ini juga prosesnya sangat cepat, kebanyakan nasabah meminjam di atas nominal Rp5 juta, risiko sangat kecil baik bagi LPD maupun nasabah sehingga sangat ringan,” imbuhnya.

Ketua BKS LPD Kabupaten Badung ini, menambahkan sejak diluncurkan sekitar tujuh bulan lalu hingga akhir Januari 2020, jumlah nasabah kredit mikro di LPD Kuta sudah mencapai 586 orang. Sedangkan jumlah kredit yang dikucurkan sebanyak Rp3,4 miliar. “Tahun ini kami menargetkan lebih banyak lagi masyarakat yang memanfaatkan kredit mikro ini, setidaknya 75 persen dari pedagang yang ada di database desa adat,” ujar Budha Artha.

Proses penawaran dan penyaluran kredit ini melibatkan sebanyak 14 petugas kolektor tabungan yang dimiliki LPD Kuta. Selain memungut tabungan, para petugas ini juga diberdayakan untuk menawarkan kredit mikro kepada masyarakat sehingga ada pemasukan bagi LPD. ’’Tiap bulan masing-masing petugas tersebut minimal mendapatkan tiga nasabah baru, dan sebagai imbalan mereka akan mendapatkan fee di luar gaji. Selama Januari 2020 saja sudah tercatat sebanyak 124 nasabah,” tutupnya. *dar

BAGIKAN