LPD Jasri Layani Pembayaran Rekening PDAM Sampai Jual Pulsa, Didik Anak Sekolah Belajar Menabung Sejak Dini

LEMBAGA perkreditan desa (LPD) Adat Jasri, Karangasem, berkembang cukup pesat.

LAYANAN - Pamucuk dan  karyawan LPD Jasri tengah memberikan pelayanan kepada para nasabahnya.

LEMBAGA perkreditan desa (LPD) Adat Jasri, Karangasem, berkembang cukup pesat. Hal itu, kata Pamucuk LPD setempat I Made Mariana, Kamis (5/12) kemarin di sela-sela memberikan pelayanan kepada nasabahnya.

LPD yang dipimpinnya, kata Mariana, telah bekerja sama dengan pihak BPD Bali, sehingga bisa memberikan pelayanan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), pembayaran rekening air PDAM, pelayanan samsat online atau e-Samsat, serta transfer uang antarbank. Selain itu, LPD Jasri juga sudah mampu melayani pembayaran rekening PLN, serta pelayanan penjualan pulsa listrik, tagihan telepon, pembayaran BPJS kesehatan dan menjual pulsa.

Soal kenapa pihaknya di LPD bekerja sama dalam hal pelayanan, kata Mariana, dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Apalagi, masyarakat memerlukan pelayanan yang cepat dan tak senang antri lama di teler perbankan.

”Kami LPD di desa, berupaya memberikan pelayanan lebih cepat, dekat dengan tempat tinggal masyarakat dan tak perlu  mengantri lama,” katanya.

Ia mengatakan, dengan pelayanan di LPD Jasri itu, masyarakat sangat antusias mendukung. Sebab, mereka diuntungkan, karena bisa menghemat waktu dan transportasi  dan lebih yakin, karena yang melayani juga mereka kenal semuanya, karena karyawan LPD umumnya warga Jasri juga. ”LPD Jasri berkembang seperti saat ini, berkat dukungan semua pihak, utamanya krama Desa Jasri, prajuru desa, para klian banjar, pengawas atau panureksa serta paruman desa. Kerja sama antara pengurus, pengawas dan prajuru desa sangat bagus dalam mendukung LPD,” katanya.

Ia mengatakan, selaku pengurus LPD, pihaknya diawasi secara intensif pihak desa. Pemeriksaan oleh badan pengawas tiap tiga bulan sekali atau empat kali dalam setahun. LPD itu, memiliki total delapan karyawan, dengan dua orang lapangan atau kolektor tabungan yang bakal melayani nasabahnya langsung dari rumah ke rumah.

Terkait banyaknya pelayanan pembayaran atau transaksi yang dilayani, paling ramai pembayaran rekening PDAM dan pembayaran rekening listrik. Sementara layanan lainnya, juga ada saja yang minta dibantu.  Dengan penambahan pelayanan itu, diakui Mariana, memang terjadi peningkatan pendapatan secara signifikan  bagi LPD. Sampai laporan November tahun ini, total aset yang dimiliki mencapai Rp24,3 miliar. “Kami dari LPD juga menerima tabungan dari kalangan anak dari TK/PAUD, SD, SMP dan SMK yang ada di wilayah Desa Jasri. Tujuannya anak sejak dini anak-anak sudah belajar berhemat dengan cara menabung,” kata Mariana.

Sebagai salah satu keuntungan pelajar menabung di LPD itu, tiap akhir tahun pelajaran, siswa rangking satu sampai tiga, hadiahnya diberikan oleh pihak LPD.  Meski pun tak terlalu besar nilai hadiahnya, tetapi sebagai bentuk motivasi dari pihaknya di LPD. ”Mengajak anak-anak menabung sejak usia dasar, juga dalam rangka memperkenalkan bahwa desanya memiliki lembaga keuangan yang namanya LPD. Harapannya LPD Jasri menjaga kebanggaan krama Desa Jasri. Tentunya, keuntungan LPD juga sesuai ketentuan pembagiannya untuk Desa Adat Jasri, di samping saat aci desa juga ngaturang dana punia, serta membantu kegiatan sekaa teruna. ”Keuntungan LPD kami, selain pembagian untuk desa, juga untuk cadangan modal. Target meraih keuntungan tiap tahun,  patokan target yang dipakai keuntungan dua tahun sebelumnya serta patokan besar keuntungan setahun sebelumnya sampai September. Misalnya, target keuntungan untuk tahun 2020, sesuai rencana kerja pengurus LPD, dijadikan patokan keuntungan tahun 2018, serta keuntungan sampai September 2019 ini,” katanya. *bud

BAGIKAN