LKP Agung dan WHDI Gelar Pelatihan Tata Rias  

Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung bekerja sama dengan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali dan Kota Denpasar menggelar pelatihan tata rias dan busana adat Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) –Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung bekerja sama dengan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali dan Kota Denpasar menggelar pelatihan tata rias dan busana adat Bali. Kegiatan ini diikuti oleh perempuan se-Kota Denpasar yang setiap angkatan diisi 20 orang peserta dengan menekankan protokol kesehatan (prokes).

Ketua LKP Agung, Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M., dalam kegiatan pelatihan perdana pada Minggu (6/9) sore, mengatakan pelatihan yang digelar tanpa memungut biaya ini menargetkan 2.000 orang peserta dan akan digelar hingga Desember nanti. Dikatakannya, pelatihan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya perempuan Hindu Bali agar memahami cara tata rias dan berbusana adat Bali yang benar.

Adapun pelatihan yang diberikan berupa tata cara pemasangan pusung tagel, sanggul modern, tata rias untuk diri sendiri, sanggul remaja, pusung gonjer serta tengkuluk lelunakan.  AA. Ketut Agung menjelaskan, hal-hal yang dipelajari dalam pelatihan tata rias dan busana adat Bali itu berupa tata rias sederhana yang biasa dipakai dalam acara adat di Bali. Dalam kegiatan tersebut, juga dijelaskan fungsi dan penggunaan masing-masing tata rias Bali. Seperti halnya Rias Tengkuluk Lelunakan bukan merupakan rias pengantin, namun bisa digunakan dalam kegiatan penyambuatan tamu, parade gong kebyar, MC, ngaben di Kota Denpasar dan busana unggulan Truni Denpasar yang dipromosikan oleh Ny. Bintang Puspayoga saat menjabat sebagai istri Wali Kota Denpasar.

Pelatihan ini terdiri dari dua angkatan setiap harinya, yang mana setiap angkatan diikuti 20 orang peserta. Dalam pelatihan ini juga sudah memenuhi protokol kesehatan yang peserta diwajibkan untuk mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, jaga jarak dan selalu pakai masker.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat di tengah pandemi Covid-19. Terlebih pelatihan ini memberikan skill kepada perempuan Bali untuk mampu merias diri secara mandiri. “Tidak perlu ke salon lagi kalau sudah bisa sendiri, jadi hemat biaya,” ujarnya.

Selain itu, Istri Wakil Wali Kota Denpasar ini juga mengatakan, pelatihan yang diberikan juga memiliki peluang ekonomi.  “Apabila ditekuni, bukan tidak mungkin akan bisa menjadi usaha yang berpeluang nantinya,” terang Antari Jaya Negara.

Demikian dikatakannya, peserta yang berusia 18 sampai 30 tahun, nantinya akan berkesempatan mengikuti undian dan besar harapan akan mendapatkan beasiswa untuk menjadi penata rias profesional.  Dalam pelatihan yang juga bekerja sama dengan Viva Kosmetik tersebut, dan semua perserta mendapatkan piagam. *adv

BAGIKAN