Lima Tahun Eksis, Bank Mantap Raih Laba Rp456 Miliar

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019.

Mangupura (bisnisbali.com) –PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019. Dalam rapat umum tersebut terdapat tiga agenda utama sebagai aksi korporasi yaitu pembagian dividen, pergantian pengurus dan mengesahkan laporan keuangan tahun 2019.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso pada paparan kinerja Bank Mantap Tahun 2019 di Jimbaran, menjelaskan, dalam RUPST Tahun Buku 2019 memutuskan untuk membagikan dividen Rp136,86 miliar. Nominal tersebut merupakan 30 persen dari laba bersih perseroan tahun 2019 mencapai Rp456 miliar yang meningkat 36,8 persen secara year on year (yoy). Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis pada 2020, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan kepada Bank Mantap.

“Dengan meningkatnya pembagian dividen dari tahun buku 2018 yakni Rp100 miliar, mengindikasikan bahwa permodalan Bank Mantap sehat dengan rasio kecukupan modal bank (CAR) sebesar 21,75 persen. Meningkatnya laba bersih dan dividen tersebut ditopang pertumbuhan kredit Rp20,31 miliar yang tumbuh 30,9 persen secara tahunan,” ujar Jos.

Selain itu, Josephus menambahkan RUPST Tahun Buku 2019 menyetujui komposisi laba bersih tahun 2019 selain untuk dividen, yaitu cadangan wajib 1,10 persen atau senilai Rp5 miliar dan laba ditahan 68,90 persen atau senilai Rp314 juta.

“RUPST pada tahun ini mengubah susunan pengurus perseroan, adapun pergantian Dewan Komisaris yaitu Edhi Chrystanto yang menjabat Komisaris Independen berhenti secara hormat serta pada Jajaran Direksi yaitu Nurkholis Wahyudi yang ditarik penugasannya ke Bank Mandiri dan digantikan oleh Agus Sanjaya sebagai Direktur Bisnis,” paparnya.

 Bank Mantap telah memiliki sistem pengelolaan organisasi yang baik, sehingga pergantian pengurus tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan dalam merealisasikan seluruh rencana bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Seperti diketahui Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai akhir Desember 2019 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp26,95 triliun atau tumbuh sekitar 28,7 persen, sedangkan posisi dana pihak ketiga mencapai Rp19,86 triliun atau tumbuh sampai 30,2 persen. Untuk penyaluran kredit berkisar Rp 20,31 triliun atau meningkat sampai 30,9 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan 456 miliar atau tumbuh sampai dengan 36,8 persen dari periode tahun sebelumnya.

Saat ini, Bank Mantap mempunyai jaringan kantor 416 jaringan yang tersebar di 34 provinsi. Dari sisi susunan pengurus perseroan memuat Dewan Komisaris terdiri atas Komisaris Utama Abdul Rachman, Komisaris Agus Haryanto, Komisaris Independen Sukoriyanto Saputro dan Komisaris Independen Zudan Arif Fakrulloh. Sementara Direksi yaitu Direktur Utama Josephus K. Triprakoso, Direktur Paulus E. Suyatna, Direktur Iwan Soeroto dan Direktur Agus Sanjaya (efektif setelah dinyatakan fit & proper oleh OJK). *adv

BAGIKAN