Lima Desa Ajukan Diri Kantongi Status Wisata

Di tengah kunjungan wisatawan yang hanya mengandalkan wisatawan domestik (wisdom) dan masyarakat lokal, lima desa di Kabupaten Tabanan mengajukan diri untuk bisa mengantongi status sebagai desa wisata.

TATA KAWASAN - Di tengah pandemi Covid-19, desa wisata di Kabupaten Tabanan terus berupaya menata kawasan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Di tengah kunjungan wisatawan yang hanya mengandalkan wisatawan domestik (wisdom) dan masyarakat lokal, lima desa di Kabupaten Tabanan mengajukan diri untuk bisa mengantongi status sebagai desa wisata. Terhadap pengajuan tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Tabanan mengarahkan agar didahului dengan usulan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Tabanan I Gede Sukanada, Selasa (5/1) kemarin, mengungkapkan saat ini sudah lima desa yang mengajukan diri agar bisa mengantongi status sebagai desa wisata. Satu desa di Kecamatan Selemadeg Timur, tiga desa di Kecamatan Kerambitan dan satu desa di Kecamatan Pupuan.

“Kelima desa tersebut kami arahkan agar membentuk pokdarwis terlebih dahulu. Sebab, kata kunci dari aktivitas desa wisata adalah adanya kelompok yang sadar wisata agar ada penggerak untuk kelanjutannya ketika desa wisata tersebut sudah dibentuk,” tuturnya.

Menurut  Gede Sukanada, kelima desa yang mengajukan diri itu memang memiliki potensi pendukung sebagai desa wisata. Di sisi lain, pembentukan desa wisata akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, salah satunya untuk menopang perekonomian desa.

Desa-desa yang mengajukan diri menjadi desa wisata akan melalui sejumlah proses dan ada beberapa OPD yang akan mengecek kelayakannya. Ia mengharapkan dua hingga tiga bulan ke  depan kelima desa bersangkutan sudah mendapatkan SK sebagai desa wisata setelah diawali dengan mengantongi SK Pokdarwis.

Saat ini Kabupaten Tabanan sudah memiliki 24 desa wisata yang sudah mengantongi SK dari Bupati. Dewa wisata tersebut akan dibina secara internal dan direview. Tujuan review ini salah satunya untuk melihat masih layak atau tidaknya desa wisata tersebut. Jangan sampai keberadaan desa wisata menjamur dengan potensi yang sama. Meski jumlahnya sedikit, desa wisata di Tabanan harus berkualitas bagus dan saling mendukung.

“Jangan sampai semua desa wisata di Tabanan hanya mengandalkan satu potensi yang sama. Harus ada sesuatu yang berbeda ditawarkan, sehingga nantinya bisa dipaketkan dengan destinasi yang lain sebagai sebuah tempat tujuan wisata,” papar Gede Sukanada. *man                                                                               

BAGIKAN