Libur Panjang, Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Bedugul Melonjak  

Libur panjang akhir pekan dan HUT ke-75 Kemerdekaan RI membuat sederet objek wisata di kawasan Bedugul, Tabanan, diserbu wisatawan.

MACET - Kemacetan lalu lintas di depan pintu masuk Kebun Raya Bali.

Tabanan (bisnisbali.com) –Libur panjang akhir pekan dan HUT ke-75 Kemerdekaan RI membuat sederet objek wisata di kawasan Bedugul, Tabanan, diserbu wisatawan. Dampaknya, akses lalu lintas seputar objek wisata Bedugul yang terkenal dengan kebun raya, Danau Beratan dan The Bloom Garden ini menjadi macet.

Manajer Operasional Kebun Raya Eka Karya Bali atau Kebun Raya Bali, Tito Saputra, Senin (17/8) kemarin, mengungkapkan, libur panjang ini tingkat kunjungan wisatawan ke kebun raya Bali mengalami lonjakan cukup signifikan dari hari biasanya. Contohnya, dari catatan kunjungan wisatawan pada Minggu (16/8) saja, total kedatangan wisatawan ke kebun raya mencapai 5.000 orang, atau naik dari posisi rata-rata hari kerja yang hanya mengantongi 1.500 orang sampai 4.000 orang per hari. “Angka kunjungan ini jumlahnya hampir sama seperti sebelum pandemi Covid-19 yang rata-rata berada di kisaran 3.000 orang hingga 4.000 orang per hari,” tuturnya.

Selain libur panjang, lonjakan angka kunjungan wisatawan ini diperkirakan sebagai dampak dari belum normalnya aktivitas sekolah, sehingga beberapa kalangan memanfaatkan untuk berwisata. Di sisi lain, meski kunjungan melonjak tajam, pihaknya memastikan protokol kesehatan Covid-19 tetap diberlakukan di kawasan Kebun Raya Bali. Salah satunya, memberlakukan kuota yang sebelumnya telah diatur dalam sejumlah fase (tahapan) terhadap jumlah wisatawan yang ada di dalam kawasan kebun raya saat ini.

“Pascakembali dibuka, kami menerapkan sejumlah fase untuk mengatur jumlah kunjungan sekaligus mencegah kerumunan di kawasan. Saat ini kami masih memberlakukan fase satu, dan bulan depan baru akan dinaikkan jadi fase dua,” ujarnya.

Menurutnya, pada fase satu ini jumlah kunjungan wisatawan yang berada di dalam kawasan Kebun Raya Bali dibatasi hanya 2.000 orang dalam sewaktu-waktu. Artinya, ketika kuota tersebut tercukupi, maka wisatawan yang datang harus rela mengantre di luar kawasan dan menunggu wisatawan yang sebelumnya untuk ke luar kawasan Kebun Raya Bali. Kondisi inilah yang kemudian mengakibatkan terjadi antrean panjang di pintu masuk kawasan kebun raya, sekaligus menimbulkan kemacetan hingga di jalur utama (patung jagung) kawasan Bedugul.

Menyikapi kemacetan ini, sebenarnya pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polsek Baturiti untuk mohon izin melakukan penutupan sementara di jalur dari kawasan patung jagung menuju Kebun Raya Bali dan mengarahkan wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata lainnya ada di sekitar. Namun yang terjadi di lapangan, ketika upaya penutupan sementara dilakukan, wisatawan yang datang malah mengantre dan bukannya beralih ke tempat objek wisata lain di sekitar Kebun Raya Bali sehingga tetap menimbulkan antrean dan kemacetan.

“Meski begitu, kami tetap berupaya untuk mencegah timbulnya kemacetan. Salah satunya untuk di dalam kasawan dengan mengalihkan wisatawan menuju keluar kawasan melalui jalur belakang (di depan objek wisata Danau Beratan), sehingga tidak menimbulkan kemacetan di areal pintu masuk,” ujarnya.*man

BAGIKAN