Libur Nataru, Diprediksi Tak Signifikan Tingkatkan Pendapatan UMKM

Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang diwarnai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali seiring dengan libur panjang, menurut Ketua International Council For Small Business (ICSB) Kabupaten Tabanan, Bagus Arya Kusuma, S.Sos., M.M., kemungkinan tak akan berdampak signifikan pada terdorongnya pendapatan UMKM di Tabanan.

Bagus Arya Kusuma

Tabanan (bisnisbali.com) – Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang diwarnai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali seiring dengan libur panjang, menurut Ketua International Council For Small Business (ICSB) Kabupaten Tabanan, Bagus Arya Kusuma, S.Sos., M.M., kemungkinan tak akan berdampak signifikan pada terdorongnya pendapatan UMKM di Tabanan. Meski begitu, keberadaan usaha kecil di daerah lumbung pangan ini tetap bisa survive di tengah pandemi Covid-19 yang masih membayangi hingga kini.

“Nataru ini kemungkinan kecil akan berdampak pada terdongkraknya pendapatan UMKM di Tabanan. Sebab, wisatawan domestik (wisdom) ini datang ke Tabanan hanya untuk berwisata saja dan bukan untuk menginap. Sementara untuk bisa mendongkrak pendapatan UMKM, maka itu bisa terjadi apabila angka kunjungan ini juga dibarengi dengan lama menginap di Kabupaten Tabanan,” tutur Bagus Arya yang juga pemilik usaha Padma Medikal Husada (Padma Herbal), Rabu (23/12).

Asumsinya, jika angka kunjungan wisatawan ke Tabanan ini dibarengi dengan lama menginap di sejumlah homestay maupun vila yang banyak tersebar di Tabanan, maka itu akan sangat signifikan mendongkrak pendapatan UMKM. Bahkan ada banyak kalangan usaha kecil yang berpotensi menikmati keuntungan dari kondisi tersebut di antaranya, usaha kuliner, pemanfaatan transport lokal, hingga usaha warung di tingkat lokal.

“Namun sayangnya selama ini wisatawan ini lebih memilih menginap di kawasan seperti Sanur atau Kuta. Sehingga kawasan itu pula yang mungkin akan lebih menikmati untung dari momen Nataru ini,” ujarnya.

Di sisi lain, jelas Bagus Arya, di tengah pandemi Covid-19 ini keberadaan UMKM di Kabupaten Tabanan masih tetap survive dengan salah satunya melalui pemanfaatan digital marketing. Bahkan ada kecenderungan dari jumlah UMKM di Tabanan yang mencapai 40 ribuan terus mengalami peningkatan dengan berusaha di berbagai sektor usaha. Meski begitu, memang untuk penjualan atau omzet kalangan UMKM ini memang tidak sebesar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, seiring dengan turunnya daya beli konsumen saat ini.

Dia memprediksi, untuk bisa kembali bangkit seperti kondisi normal seiring juga dengan pendistribusian vaksin, kemungkinan geliat UMKM baru bisa pulih pada akhir 2021 nanti. Lamanya waktu tersebut seiring dengan daya beli konsumen yang kemungkinan baru bisa bangkit dalam kurun waktu tersebut. *man

BAGIKAN