Level 21 Prioritaskan Protokol Kesehatan

Pusat perbelanjaan di Bali sempat mengalami penurunan tingkat pengunjung selama pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pusat perbelanjaan di Bali sempat mengalami penurunan tingkat pengunjung selama pandemi Covid-19. Sejak new normal, banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Salah satunya, dengan mempersiapkan aturan protokol kesehatan yang detail guna menjamin kenyamanan pengunjung.

General Manager Mal Level 21 Zenzen Guisi Halmi mengatakan, pengunjung mulai berdatangan dan 90 persen toko di mal ini sudah buka kembali. Pengelola toko pun diwajibkan untuk mempersiapkan protokol kesehatan sebaik mungkin. “Mulai dari parkiran kita memggunakan sistem touchless untuk mendapatkan karcis, lalu pengunjung akan disambut dengan banyak sekali imbauan protokol kesehatan, dan harus tetap menggunakan masker sampai ke dalam mal. Sebelum masuk pun harus cek suhu dan menggunakan hand sanitizer yang touchless juga. Jadi, meminimalisir sentuhan. Disediakan juga informasi kapasitas pengunjung di dalam mal sehingga tidak ada kekhawatiran sama sekali mengenai suasana di dalam malnya. Setiap lift juga touchless dan ada hand sanitizer. Bahkan, ada imbauan physical distancing di lantai depan lift,” ujarnya.

Sesuai kesepakatan bersama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata, kapasitas mal dikurangi menjadi 50 persen untuk mencegah kerumunan. Satgas Covid-19 juga berjaga di setiap lantainya untuk menjaga situasi dan memperingatkan para pengunjung yang tidak menggunakan masker dan yang berkerumunan.

Setiap kasir di masing-masing toko menggunakan akrilik sebagai pembatas ketika customer melakukan pembayaran. Selain itu, standar lain yang harus diikuti adalah pengecekan suhu tubuh dan menyiapkan hand sanitizer untuk customer sebelum memasuki area toko.

“Kami juga menyarankan untuk seluruh customer saat melakukan pembayaran tidak dengan uang cash atau cashless. Kita berusaha melakukan upaya apapun yang mengurangi risiko. Karena selalu berpatokan dengan visi kami untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mengedepankan protokol kesehatan,” tambahnya.

Strategi lain yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan event yang tidak mengundang kerumunan tapi lebih kepada penukaran voucher belanja. Dibuka juga kesempatan bagi generasi muda yang memiliki hobi bermusik untuk menunjukkan bakatnya dalam event yang akan diselenggarakan. Ada juga program-program menarik lainnya yang dikemas epik dalam “Serba Serbi September” yang akan dimulai dari 1 sampai 30 September.

“Sekarang jam operasional juga sudah mulai normal kembali. Kami di sini sangat optimis kondisi akan membaik. Pemerintah juga pasti selalu berupaya untuk memulihkan situasi ini. Kami, selaku pebisnis juga berusaha agar perputaran ekonomi tidak terhenti. Ke depannya kami berharap agar ada kerja sama antara pemerintah dengan kami untuk membuat program-program yang inovatif dalam rangka memajukan kembali ekonomi di Bali khususnya,” tutupnya. *git

BAGIKAN