Tabanan (Bisnis Bali) – Bertepatan dengan hari jadi kota Tabanan ke-526, tempat uji kompetensi (TUK) Agung menggelar uji kompetensi Tata Rias Pengantin Bali Modifikasi, Workshop Tata Kecantikan Kulit, Lokakarya Tata Rias Pengantin Bali Madya dan Agung Tabanan. Kegiatan ini ditujukan untuk pelestarian budaya khususnya tatarias pengantin Tabanan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengapresiasi apa yang telah dilakukan TUK Agung bersama Pemkab Tabanan dalam pelestarian budaya.

“Lokakarya ini merupakan langkah nyata seperti yang dikatakan Presiden Jokowi, ayo kerja kerja kerja. Ini membuat masyarakat menjadi terampil, bisa buat salon sendiri dan mandiri secara ekonomi. Ini juga mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakat Tabanan,” ucap Bintang, Jumat (29/11) di Puri Tabanan.

Banyak yang sudah dilakukan TUK Agung untuk cetak SDM yang kompeten sekaligus melestarikan tatarias yang adiluhung dan makin berkualitas karena sudah distandardisasi. “Langkah ini saya rasa bisa ditiru untuk pelestarian budaya di 514 kabupaten kota di Indonesia. Sekaligus tingkatkan pemberdayaan generasi muda dan perempuan sehingga jargon perempuan berdaya Indonesia maju dapat terwujud,” tandasnya.

Wanita yang lebih dikenal dengan Bintang Puspayoga tersebut mengajak semua pihak  bergandengan bekerja sama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.  “Bagaimana perempuan bisa jadi penopang ekonomi keluarga. Bagaimana perempuan-perempuan Bali tunjukkan pada masyarakat luas tidak ada kata tidak mungkin dan pasti bisa. Perempuan tangguh dan luar biasa,” tandasnya.

Dalam lokakarya Pimpinan TUK Agung, Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M. memaparkan tentang perbedaan dan keunggulan tatarias pengantin Tabanan. “Bali memiliki banyak tatarias pengantin tetapi yang di lokakarya baru tatarias pengantin Denpasar, Buleleng dan Tabanan ini,” ungkap Bu Agung.

Usai lokakarya tata rias pengantin Bali Tabanan dibakukan untuk menjadi tatarias pengantin nasional dan bisa diujikan secara nasional.

Pada kesempatan tersebut dr. AA Istri Saraswati Dewi, Sp.KK., membekali para peserta workshop dengan pengetahuan dasar sebagai penata rias yang harus diingat setiap kali merias pengantin. “Biasanya kalau penataan rias pasti membawa produk sendiri untuk merias pengantin. Tetapi saya sarankan penata rias pakai produk pembersih yang sudah biasa dipakai klien untuk menghindari alergi dan iritasi pada kulit klien,” terang dr. Saraswati.

Para perias juga diingatkan saat  membersihkan wajah sebagai langkah awal merias, jangan terlalu kuat menggosok wajah klien dan sebaiknya dengan jari tangan  lalu diangkat menggunakan kapas atau double cleansing dengan facial wash agar hasil lebih baik. Setelah wajah bersih oleskan pelembab yang biasa dipakai klien. “Membubuhkan make up pastikan menggunakan kuas dan spons yang bersih. Selesai merias sampaikan ke klien untuk segera membersihkan make up dengan cara yang lembut dan double cleansing, dan sesuaikan dengan make-up yang digunakan apakah woterprof atau tidak,” tandasnya. *pur/editor rahadi

BAGIKAN