Lestarikan Lingkungan Diikuti Gerakan Bank Sampah  

Desa-desa di Kabupaten Gianyar termasuk Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring,  terus menggencarkan gerakan pelestarian lingkungan seperti melepas benih ikan.

JAGA - Desa Pejeng Kangin berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Gianyar (bisnisbali.com) –Desa-desa di Kabupaten Gianyar termasuk Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring,  terus menggencarkan gerakan pelestarian lingkungan seperti melepas benih ikan. Pelestarian lingkungan ini diikuti dengan gerakan bank sampah berbasis desa.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra, Minggu (3/1), mengatakan Desa Pejeng Kangin memiliki ide kreatif dengan membentuk Yayasan Temanmu yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan. “Dari hati yang paling dalam saya sangat ingin ikut bergabung dengan Yayasan Temanmu,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan melepas benih ikan juga dapat dilakukan di desa lainnya serta tetap menjaga dan merawat yang sudah ada. Program atau kegiatan harus dilakukan secara berlanjut. Melepas ikan banyak manfaatnya. Selain melestarikan lingkungan juga untuk merangsang masyarakat agar menjaga sungai tidak kotor.

Selain program tersebut, Kujus juga mengapresiasi gerakan bank sampah yang sudah berjalan di Desa Pejeng Kangin. Ia mengharapkan Desa Pejeng Kangin mampu membuat tempat pembuangan sampah berbasis reduce, recycle dan reuse sebagai wujud pengolahan atau penanganan sampah dari hulu.

Menurut Perbekel Desa Pejeng Kangin, I Gede Purnadi Yoga, Desa Pejeng Kangin memiliki tekad dan konsen terhadap lingkungan. “Pejeng Kangin sangat konsen dengan lingkungan dan kebersihan karena ke depan dicanangkan sebagai desa wisata. Untuk itu, perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan pendukung lainnya seperti lingkungan,” ujarnya.

Pejeng Kangin sedang giat-giatnya menggali dan mengeksplorasi segala potensi yang ada untuk menopang persiapan dijadikan desa wisata. Pejeng Kangin memadukan keindahan alam dengan hamparan sawahnya serta kegiatan agro pembuatan madu trigona. “Kami padukan keindahan alam dengan hamparan sawah. Kami juga siapkan agro, madu trigona dari lebah kele-kele yang sudah dikenal serta mengangkat potensi tenun sebagai cenderamata,” jelasnya.

Meskipun belakangan pariwisata mati suri, Pejeng Kangin tetap dengan komitmen terus membangun dan menyiapkan segala aspek untuk menjadi desa wisata. “Di saat pariwisata tidur, kami siapkan diri menyongsong pariwisata yang lebih baik dengan memperbaiki akses pendukung. Kami juga bangun taman desa,” imbuh Purnadi Yoga.

Ketua Yayasan Temanmu, Agung Ngurah, merasa senang karena Yayasan Temanmu dapat bergerak di Gianyar tahun ini. Yayasan Temanmu memiliki tiga program prioritas yang dijalankannya yaitu ketahanan pangan dan kepedulian sosial, bidang pengembangan SDM serta program kesadaran spiritual dan lingkungan.

Bidang kesadaran spiritual dan lingkungan artinya di sini tidak melulu bagaimana cara sembahyang atau beragama, namun bagaimana merawat dan menjaga alam untuk menghasilkan energi positif. ‘’Realisasinya kami lakukan dengan melakukan penanaman pohon dan melepas ikan di sungai untuk menjaga ekosistem air,” papar Jik Ngurah, sapaan akrabnya. *kup

BAGIKAN