Lestarikan Budaya Pertanian  untuk Geliatkan Pariwisata

Dikukuhkannya sekaa manyi di kawasan Museum Subak Masceti, bisa dikolaborasikan bahwa sektor pertanian juga menggeliatkan sektor  pariwisata di Gianyar.

PERTANIAN - Pelestarian budaya pertanian sebagai bagian menggeliat pariwisata Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Dikukuhkannya sekaa manyi di kawasan Museum Subak Masceti, bisa dikolaborasikan bahwa sektor pertanian juga menggeliatkan sektor  pariwisata di Gianyar. Bupati Gianyar Made Mahayastra, Minggu (30/8) mengatakan pelestarian budaya pertanian ini bagian dari menggeliatkan Gianyar sebagai kawasan pariwisata.

Menurutnya, tanpa pertanian pariwisata di Bali tidak akan dikenal pasar mancanegara seperti sekarang ini. Bahkan, pertanian Gianyar berkontribusi perekonomian Bali. “Pertanian Gianyar  hampir surplus 40 ribu ton beras ,” ucapnya. Bupati Mahayastra  memandang program Hatinya PKK yang merupakan program inovatif yang ternyata sangat terbukti membantu masyarakat saat pandemik Covid-19. Ini terutama dalam pemenuhan sumber gizi dan protein. Selain itu dari segi kesejahteraan juga dapat mengurangi beban keluarga dan dapat menghasilkan secara mandiri di halaman rumah.

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra juga menjelaskan percontohan Taman Hatinya PKK memang sengaja dibuat di rumah Bali  di Kawasan Museum Subak. Ini sebagai suatu langkah terpadu dari TP PKK Kabupaten Gianyar agar masyarakat atau wisatawan yang  datang berkunjung bisa langsung mendapatkan semuanya.

“Rumah Bali kami konsepkan dengan Hatinya PKK, rumah kreatif, bahkan ada tanaman hidroponik menjadi satu kawasan di Museum Subak.  Kami ingin sebagai  pusat edukasi atau pembelajaran juga pariwisata Pantai Masceti,” ucap Ny. Surya Adnyani Mahayastra. *kup

BAGIKAN