Layanan Samsat Normal, WP Lalui Tiga Tahap Pencegahan Corona  

Ada sesuatu yang berbeda tampak dari pelaksanaan pelayanan samsat di Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Samsat Kota Denpasar.

Pelayanan samsat berjalan normal.

Denpasar (bisnisbali.com) –Ada sesuatu yang berbeda tampak dari pelaksanaan pelayanan samsat di Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Samsat Kota Denpasar. Meski pelayanan berjalan normal, para wajib pajak (WP) yang akan menunaikan kewajiban perpajakannya harus melalui tiga tahap antisipasi penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, I Made Santha, S.E., M.Si., Senin (30/3) mengatakan, di tengah merebaknya covid-19 dengan adanya imbauan Gubernur agar masyarakat tetap berada di rumah dan PNS bekerja dari rumah, pelayanan publik tetap berjalan normal. Karenanya, pelayanan samsat berjalan normal tanpa ada pengurangan jam pelayanan bahkan samsat keliling juga tetap berjalan normal. Meski demikian, ia mengimbau WP agar tidak harus datang ke kantor pelayanan Samsat karena sudah bisa melakukan pembayaran pajak kendaraan melalui online sistem dengan e-samsat. “Masyarakat bisa membayar melalui mobile phone, ATM dan pembayaran elektronik lainnya. Semua itu sah,” tandasnya.

Dikatakan, dari tahun ke tahun WP yang memanfaatkan layanan e-samsat terus mengalami peningkatan. “Bali, secara nasional paling tinggi pemanfaatan e-samsatnya. Satu tahun kemarin hampir 36 ribu WP menggunakan e-samsat,” ungkapnya. Namun terkait kondisi corona saat ini belum ada peningkatan signifikan pemanfaatan e-samsat, meski sudah terlihat perbedaan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara dari pantauan wartawan Bisnis Bali di  UPT Samsat Kota Denpasar, tampak pintu gerbang dijaga oleh satpam. Kendaraan yang biasanya parkir di halaman saat ini tidak boleh masuk dan harus parki di luar. Hanya kendaraan yang akan melakukan pengecekan nomor mesin yang diperbolehkan masuk. WP yang datang, sebelum memasuki ruang pelayanan harus mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian dicek suhu tubuhnya dengan termoskener. Bila suhu tubuh normal dan tidak panas, tahap selanjutnya WP harus masuk ruang spraiying dan disemprot dengan disinfektan. Setelah itu WP baru dapat masuk ruang pelayanan, yang terlihat cukup ramai. Hal tersebut ditujukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. *pur

BAGIKAN