Layanan Baru BPJamsostek di Era New Normal,Klaim JHT Capai 1,15 Juta Kasus

Sejak diberlakukannya protokol layanan tanpa kontak fisik (lapak asik) dan layanan one to many, BPJamsostek mengkonfirmasi terjadinya peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan.

Denpasar (Bisnis Bali) –Sejak diberlakukannya protokol layanan tanpa kontak fisik (lapak asik) dan layanan one to many, BPJamsostek mengkonfirmasi terjadinya peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan. Tidak hanya itu, terhitung hingga Juni 2020, jumlah pengajuan klaim jaminan hari tua (JHT) mencapai 1,15 juta kasus atau meningkat 10 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp14,35 triliun atau meningkat 16 persen (yoy).
Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menyampaikan jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani 8 ribu orang, di era new normal pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15 ribu orang. Bahkan pada 2 Juli, sempat mencapai lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia. Hal ini tidak lain karena adanya peningkatan kapasitas baik dari infrastruktur TI maupun personil yang bertugas di bagian customer service.
Senada dengan peningkatan layanan, jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131 persen atau sebanyak 287,5 ribu dengan nominal Rp3,51 triliun, di mana jumlah tersebut meningkat 129 persen lebih besar dibanding pengajuan klaim JHT sepanjang Juni 2019 yaitu sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT.
Agus Susanto menerangkan pandemi covid-19 yang merebak secara global menuntut BPJamsostek langsung membenahi pelayanan agar tetap dapat melayani peserta dengan tetap patuh pada aturan protokol kesehatan, yaitu dengan menginisiasi lapak asik dan layanan one to many.
“Pandemi covid-19 ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi institusi seperti kami yang harus selalu siap memberikan layanan terbaik kepada pekerja yang merupakan peserta kami,” katanya.
Menurutnya pentingnya lembaga publik yang core valuenya adalah memberikan layanan kepada masyarakat untuk tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap memberikan pelayanan dalam kondisi apapun.
“Kami bahkan telah membuka layanan offline di kantor-kantor cabang dengan tetap berpedoman pada kebijakan PSBB. Layanan one to many yang kami terapkan dinilai mampu memberikan layanan yang optimal dengan waktu yang efisien,” ujarnya,
Ia menerangkan layanan one to many yang dimaksud berupa layanan offline di kantor cabang BPJamsostek menggunakan fasilitas video yang terhubung dengan petugas pelayanan dan mengakomodir 4-6 orang peserta dalam waktu yang bersamaan. “Semoga kebaruan pelayanan di tengah pandemi yang kami terapkan ini dapat memberikan gambaran dan menjadi masukan institusi publik ataupun instansi lain dalam memberikan layanan kepada masyarakat, dan tidak menjadikan kondisi pandemi ini sebagai halangan untuk tetap dapat berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ucapnya.
Direktur Pelayanan BPJamsostek, Krishna Syarif mengatakan hal sama. protokol lapak asik sejak awal penerapan PSBB telah membuka wawasan baru. Perusahaan secara tidak langsung diarahkan untuk mengubah mekanisme layanan agar beralih menjadi online atau tanpa kontak fisik dengan menyediakan beragam kemudahan namun harus tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan data.
“Protokol lapak asik ini terbukti mampu mendorong masyarakat pekerja untuk juga beradaptasi dengan tatanan baru pelayanan BPJamsostek. Untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya ketidaknyamanan dari peserta saat mengakses lapak asik, kami terus belajar dan mengembangkan sistem agar tetap reliable,” paparnya,
Terkait dengan pengembangan sistem teknologi informasi, perusahaan jaminan sosial ketenagakerjaan ini berusaha terus dapat beradaptasi dengan perkembangan terkini.
Sementara itu Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi, Sumarjono menyebutkan perkembangan dan penerapan teknologi di BPJamsostek sangat baik.
“Mulai dari sistem administrasi kepesertaan, pengajuan klaim hingga aplikasi mobile yang mendukung berbagai fitur tambahan untuk memenuhi kebutuhan peserta. Semua telah diterapkan dan berjalan dengan baik. Termasuk juga dengan sistem yang digunakan oleh protokol lapak asik, semua dikembangkan dan dikelola oleh internal BPJamsostek,” ujar Sumarjono.
Kemudahan yang ditawarkan melalui lapak asik bukan tanpa kekurangan, namun pihaknya terus berkeinginan untuk selalu melampaui ekspektasi peserta dalam memberikan layanan. *dik

BAGIKAN