Larangan Mudik di Bandara, Calon Penumpang Wajib Tunjukkan Surat Dinas

Pelarangan aktivitas mudik tahun ini karena masih pandemi Covid-19, membuat diperketatnya aktivitas perjalanan, termasuk perjalanan lewat udara.

Mangupura (bisnisbali.com) Pelarangan aktivitas mudik tahun ini karena masih pandemi Covid-19, membuat diperketatnya aktivitas perjalanan, termasuk perjalanan lewat udara. Beberapa aktivitas perjalanan masih diperbolehkan, namun calon penumpang diwajibkan menunjukkan surat perjalanan dinas atau surat izin keluar masuk (SKIM) pada 6-17 Mei 2021.

Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, saat dimintai konfirmasinya, Senin (3/5) kemarin, mengatakan pada masa perlarangan mudik nanti ada syarat tambahan yang harus disertakan calon penumpang yaitu berupa surat perjalanan dinas atau SKIM. Hal ini sesuai SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan.

Dalam SE tersebut, beberapa perjalanan dinas yang diperbolehkan yaitu pelaku perjalanan dengan kepentingan mendesak untuk kepentingan nonmudik. Di antaranya bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh seorang anggota keluarga dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang. Surat izin didapatkan dari pejabat setingkat Eselon II bagi ASN, pegawai BUMN, BUMD, TNI dan Polri. Sementara bagi karyawan swasta, surat izin didapatkan dari pimpinan perusahaan, sedangkan sektor informal dan masyarakat nonpekerja bisa mendapatkan surat izin dari desa/kelurahan masing-masing.

Persyaratan lainnya, kata Taufan, pelaku perjalanan harus menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari Swab Test berbasis PCR atau Rapid Test Antigen termasuk tes GeNose C19 yang berlaku 1 kali 24 jam sebelum keberangkatan. Persyaratan ini berlangsung sejak H-14 peniadaan mudik yakni pada 22 April hingga 5 Mei 2021 dan setelah periode pelarangan mudik pada 18-24 Mei 2021.

Disinggung soal situasi di Bandara Ngurah Rai saat ini, Taufan mengungkapkan, aktivitas masih normal dan  belum terjadi peningkatan penumpang yang signifikan. Hanya, pada momen akhir pekan kemarin, ada sedikit peningkatan aktivitas perjalanan. “Tetapi itu merupakan hal yang wajar karena polanya memang terjadi peningkatan saat akhir pekan,” terangnya.

Dalam beberapa hari terakhir, rata-rata penumpang yang dilayani sebanyak 5.000 orang per hari baik yang datang maupun yang berangkat melalui terminal domestik.  *wid

BAGIKAN