Langgar Prokes, Delapan Orang  Didenda

Tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI/Polri, Dishub, Satpol PP, Linmas dan Satgas Gotong Royong Desa Pemecutan Kelod,  kembali menggelar rasia penerapan protokol kesehatan (prokes) terutama dalam penggunaan masker, Senin (21/12) kemarin.

RAZIA PROKES - Razia penegakan prokes di kawasan Jalan Kebo Iwa, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) – Tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI/Polri, Dishub, Satpol PP, Linmas dan Satgas Gotong Royong Desa Pemecutan Kelod,  kembali menggelar rasia penerapan protokol kesehatan (prokes) terutama dalam penggunaan masker, Senin (21/12) kemarin. Dalam rasia tersebut sebanyak 20 orang terjaring lantaran tidak menerapkan standar protokol kesehatan dengan benar.

Warga terjaring karena tidak menggunakan masker dengan tepat dan tidak membawa masker. Delapan orang diberikan sanksi berupa denda sebesar Rp 100 ribu sesuai Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 lantaran tidak membawa masker, sedangkan 12 orang lainya diberikan sanksi berupa teguran simpati dan hukuman sosial  karena memakai masker tidak sempurna.

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga di sela kegiatan mengatakan, alasan klasik masih mendominasi pelanggaran penerapan prokes. Di antaranya jarak tempuh yang dekat, merasa terganggu saat menggunakan masker dan lupa membawa masker.  “Alasan pelanggar cenderung klasik, yaitu lupa, ribet, jarak tempuh dekat dan lain sebagainya, padahal kita ketahui bersama bahwa pandemi belum usai. Jadi, kita wajib menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap akan melaksanakan sosialisasi serta mengambil langkah preventif, persuasif dan edukatif untuk mengajak masyarakat peduli dan ikut bertanggung  jawab mematuhi prokes. Selain itu, giat operasi yustisi terus rutin dilaksanakan secara bergiliran di setiap wilayah desa/kelurahan se-Kota Denpasar.  “Mari bersama kita meningkatkan disiplin mematuhi prokes untuk keselamatan dan kesehatan semua agar bisa tetap produktif. Masyarakat sehat, otak jadi waras, pikiran jernih, hati jadi senang, tetap produktif sehingga ekonomi akan bangkit,” jelasnya.

Dewa Sayoga kembali menjelaskan, kegiatan penegakan hukum (yustisi) terkait Pergub Nomor  46 Tahun 2020 dan Perwali Kota Denpasar Nomor 48 Tahun 2020 serta pendisiplinan masyarakat dan pelintas di wilayah Desa Padangsambian Kaja dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memantau penerapan prokes oleh pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan Desa Padangsambian Kaja. “Jadi, dengan melaksanakan razia ini diharapkan masyarakat semakin meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pelaksanaan penindakan ini tidak semata-mata mengenakan denda, melainkan memberikan efek jera sehingga masyarakat tergugah untuk disiplinan menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya menekankan, dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 diperlukan kerja sama seluruh stakeholder, utamanya masyarakat. Hal ini lantaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam pencegahan penularan Covid-19. ‘’Jadi, masyarakatlah yang menjadi garda terdepan. Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan adalah kunci utama. Tetap produktif, tapi protokol kesehatan wajib,” ungkapnya. *wid

BAGIKAN