Lalui Verifikasi, Objek Wisata Dibuka dengan Prokes Ketat

KOORDINATOR Tim Verifikasi Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism,  Nyoman Astama mengatakan, sebelum kawasan wisata atau objek wisata dibuka perlu dilakukan pengecekan atau verifikasi kesiapan yang memenuhi standar protokol kesehatan (prokes). 

Dalam era new normal, objek wisata akan dibuka secara bertahap untuk pengunjung lokal maupun wisatawan domestik (wisdom). Apa yang dilakukan agar objek wisata yang dibuka nantinya tidak lagi menjadi klaster baru penyebaran covid-19?

KOORDINATOR Tim Verifikasi Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism,  Nyoman Astama mengatakan, sebelum kawasan wisata atau objek wisata dibuka perlu dilakukan pengecekan atau verifikasi kesiapan yang memenuhi standar protokol kesehatan (prokes).

Ia menjelaskan, objek wisata wajib menerapkan prokes covid-19 sesuai yang direkomendasikan oleh badan otoritas berwenang baik nasional Gugus Tugas Covid-19 maupun internasional seperti WHO dan WTTC.

Menurut Astama, kunci utama untuk mencegah klaster baru dalam era new normal dengan disiplin masyarakat mengikuti protokol CHS. Ini meliputi selalu cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker wajah, menjaga jarak aman, hindari kerumunan, menjaga imunitas tubuh.

Astama memaparkan, untuk mengurangi penyebaran virus selain melakukan pengetesan masal secara masif juga melakukan tracing terhadap orang yang pernah kontak dengan pasien positif covid-19. “Setelah kegiatan ekonomi pariwisata diaktifkan kembali, yang tidak kalah penting adalah konsistensi pelaksanaan program CHS tersebut baik oleh masyarakat, perusahaan, pelanggan dan pekerja,” tegas Nyoman Astama.

Anggota Tim Koordinator Tim Verifikasi

Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism, Ketut Swabawa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung telah menyusun panduan protokol kesehatan bagi tempat usaha pariwisata dan dituangkan dalam surat edaran Bupati Badung No.259 Tahun 2020 tertanggal 4 Juni 2020 tentang Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism.

Sistem verifikasi objek wisata memperhatikan 3 aspek penilaian atas panduan yang telah dikeluarkan dari Pemkab Badung, meliputi penilaian standar dan prosedur kegiatan sesuai protokol kesehatan, pelaksanaan pelatihan bagi karyawan serta komitmen manajemen dalam konsistensi penerapan di operasional tempat usaha tersebut.

Ketiga hal tersebut harus ditampilkan pula dalam product presences (penampilan produk), service quality (kualitas layanan) dan management system (sistem tata kelola). Selain pengecekan langsung di lapangan untuk membuktikan telah adanya penerapan standar dimaksud, tim verifikasi juga mengambil dokumentasi pendukung standar dan prosedur yang dimiliki tempat usaha sebagai wujud keseriusan pengelola dalam menyiapkan tempat usahanya menuju new normal tourism.

Di samping itu, menurut Swabawa, Pemkab Badung menekankan pada 5 pilar terkait new normal yaitu contactless, cleanliness, healthiness, safetiness dan extra mile. Ini melalui Badung sehat, inovatif, adaptif dan produktif (SIAP). Pembukaan kembali ekonomi pariwisata di Kabupaten Badung akan dapat digulirkan dengan penuh keyakinan di samping untuk mengembalikan kepercayaan pasar internasional untuk bisa kembali seperti sediakala. “Sesuai SE Bupati Badung verifikasi mencakup 5 elemen meliputi contactless, cleanliness, health, safety, extra mile dan upaya pengelola usaha terhadap 4C meliputi community, company, customer serta caretaker,” tegasnya.

Anggota Tim Koordinator Tim Verifikasi Made Ramia Adnyana mengatakan, panduan verifikasi tersebut telah disosialisasikan 2 kali melalui jaringan online yang diikuti oleh pelaku usaha dari berbagai sektor seperti destinasi wisata, akomodasi, pusat perbelanjaan (mall), aktivitas wisata, jasa transportasi, penyelenggara wedding dan pertemuan, biro perjalanan, spa, restoran serta lainnya.

Untuk menindaklanjuti surat edaran tersebut dalam hal pengecekan penerapan di lapangan, telah dibentuk Tim Verifikasi Kesiapan Stakeholder Pariwisata di Kabupaten Badung Menuju New Normal Tourism yang diangkat melalui SK Bupati No.197/041/HK/2020 tertanggal 10 Juni 2020. Tujuan pembentukan tim verifikasi ini adalah untuk melakukan sosialisasi, pengecekan standar sesuai panduan dari Pemkab Badung, memberikan masukan kepada tempat usaha dalam hal peningkatan standar dan prosedur serta merekomendasikan tempat usaha yang layak menerima sertifikat kesiapan menuju new normal tourism sesuai standar nilai minimal. *kup

BAGIKAN