Kurangi Penyebaran Virus Corona, Bank Pastikan ATM sudah Disemprot Disinfektan

Kalangan perbankan memastikan anjungan tunai mandiri (ATM) yang berada di wilayah kantor maupun di beberapa tempat strategis di lingkungan masyarakat sudah disemprotkan cairan disenfektan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kalangan perbankan memastikan anjungan tunai mandiri (ATM) yang berada di wilayah kantor maupun di beberapa tempat strategis di lingkungan masyarakat sudah disemprotkan cairan disenfektan. Ini upaya bank untuk mengurangi penyebaran virus corona.

“Pihak bank membersihkan fasilitas seperti mesin ATM sampai loket di kantor layanan,” kata Pemimpin BNI Kanwil Denpasar, Made Sukajaya di Renon, Senin (20/4).

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir karena bank sudah menyemprotkan cairan disinfektan di mesin ATM pagi dan sore. Bank BUMN ini sudah mengikuti semua protap bagaimana menghambat penyebaran Covid-19. Petugas cleaning service pun memiliki kewajiban juga membersihkan handle pintu dan perangkat mesin ATM yang berada di area ATM secara berkala.
Untuk kenyamanan bertransaksi, diakui, bank juga sudah menyediakan hand sanitizer di setiap ATM dan juga tisu kepada para customer.

“Untuk mengantisipasi antrian di ATM, kami juga menerapkan social/phisycal distancing dengan memberikan tanda (footprint) di luar ruangan ATM dengan jarak 1,5 meter,” ujarnya.

Ia juga berharap kepada nasabah agar melakukan antisipasi mandiri, Nasabah sehabis memakai mesin ATM ada kesadaran mencuci tangan atau pakai hand sanitizer yang ada tersedia di ATM.
Hal sama disampaikan Direktur Operasional Bank BPD Bali IB Setia Yasa. Kata dia, bank sudah menyiapkan sanitezer dan wastafel dan melakukan pembersihan ruangan ATM termasuk lobby dengan disinfektan rutin sehingga kenyamanan dan keamanan nasabah melakukan transasksi bisa lebih baik.

Ia tidak memungkiri potensi layanan penyebaran melalui ruang ATM memungkinkan bisa terjadi. Tetapi dengan adanya kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan uang kertas jauh lebih efektif. Pemerintah, Bank Indonesia dan perbankan pun terus mensosialisasi transakasi secara nontunai.

“Misalnya, kita mulai dari pedagang atau merchant wajib tanpat uang tunai dan selanjutnya ke pasar-pasar,” ucapnya.
Dengan cara ini, diakui, pengendaliaan atas potensi uang yang beredar sebagai media penularan jauh lebih tinggi dibandingkan di ATM.*dik

BAGIKAN