Kurangi Ketergantungan pada Buruh Panen, Petani Diminta Manfaatkan Ini

Menghadapi musim panen raya yang mulai berlangsung pada Maret hingga Mei mendatang, petani di Kabupaten Tabanan diharapkan untuk memanen padi secara mandiri atau mengurangi ketergantungan pada tukang panen (buruh).

MESIN COMBINE – Guna mengoptimalkan pendapatan, petani di Tabanan diharapkan memanfaatkan alsintan, seperti mesin combine.

Tabanan (bisnisbali.com) – Menghadapi musim panen raya yang mulai berlangsung pada Maret hingga Mei mendatang, petani di Kabupaten Tabanan diharapkan untuk memanen padi secara mandiri atau mengurangi ketergantungan pada tukang panen (buruh).

Panen secara mandiri ini akan membuat pendapatan yang diterima petani menjadi optimal di tengah dampak pandemi yang masih membayangi. “Menghadapi musim panen ini petani sebaiknya bisa lakukan panen secara mandiri. Jangan sampai membiarkan padi yang sudah waktunya dipanen tidak dilakukan proses pemanenan karena alasan tidak mendapat buruh panen saat ini,” tutur Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Rabu (17/3).

Dijelaskannya, kesulitan mendapatkan buruh panen memang menjadi permasalahan klasik yang selalu dihadapi petani setiap musim panen, karena memang ketergantungan yang cukup tinggi pada buruh panen yang sebagian besar berasal dari luar Bali. Panen secara mandiri ini akan membuat pendapatan yang diterima petani lebih besar karena tidak dipotong ongkos buruh, dan kualitas panen gabah dihasilkan akan optimal karena waktu panen yang tepat karena tidak menunggu giliran untuk mendapatkan buruh panen.

Panen mandiri sebenarnya sangat memungkinkan dilakukan, terlebih dengan banyaknya bantuan alsintan yang sudah disalurkan ke petani untuk mempermudah proses panen. Kata Wiadnyana, bantuan pemerintah pusat yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan cukup banyak dan hampir menyasar semua sentra pertanian yang ada selama ini.

Bantuan tersebut di antaranya, mesin combine  dan mesin power  thresher. Tapi, bantuan alsintan tersebut di sejumlah sentra pertanian di Tabanan tidak termanfaatkan dengan baik, karena alasan tidak ada tenaga yang bisa mengoperasikan, hingga kendala mesin yang memang membutuhkan sejumlah modifikasi sebelum digunakan. “Sebenarnya seluruh alsintan pertanian ini bisa digunakan, namun memang untuk beberapa tempat agar bisa digunakan diperlukan modifikasi menyesuaikan dengan kondisi dilapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut disebutkannya, modifikasi alsintan umumnya diperlukan pada sentra pertanian yang ada di dataran atas. Sedangkan untuk sentra pertanian di dataran bawah sebagian besar bisa langsung memanfaatkan untuk membantu proses panen. Daerah dataran bawah ini misalnya, di daerah Gubug, Marga, Kerambitan, Tabanan dan Kediri yang sudah maksimal memanfaatkan bantuan alsintan alat panen ini. *man

BAGIKAN