Kuota Ekspor Manggis Terancam Tak Terpenuhi, Ini Penyebabnya

Tahun ini, kuota ekspor yang disediakan untuk manggis produksi hasil petani Tabanan berpotensi tak bisa terpenuhi.

MANGGIS - Proses pengemasan manggis untuk ekspor.

Tabanan (bisnisbali.com) – Tahun ini, kuota ekspor yang disediakan untuk manggis produksi hasil petani Tabanan berpotensi tak bisa terpenuhi. Sebab, volume panen tidak sesuai harapan lantaran sejumlah sentra produksi manggis mengalami gagal panen.

Eksportir manggis, Jero Tesan, Senin (15/2), mengungkapkan tahun ini permintaan ekspor buah manggis yang mencapai 9.000 ton terancam tidak bisa dipenuhi. Kondisi tersebut dipicu gagal panen akibat cuaca buruk. Padahal di tengah kesulitan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19 banyak petani manggis berharap ada perputaran uang dari pendapatan hasil panen yang jatuh bulan ini.

Menurutnya, daerah di Kabupaten Tabanan yang mengalami gagal panen sekaligus menjadi sentra produksi manggis selama ini adalah di Kecamatan Selemadeg Barat dan Pupuan. Gagal panen membuat puncak panen yang mestinya terjadi pada Februari ini hasilnya hanya bisa menyumbang kurang dari 5 persen dari jumlah panen rata-rata pada saat kondisi normal.

“Saat ini jumlah panen manggis hanya mencapai 150 ton. Padahal sebelumnya jumlah panen manggis yang bisa dihasilkan bisa mencapai 4.000 ton dalam sekali panen,” tuturnya.

Dikatakan Tesan, keterbatasan stok tersebut otomatis berpengaruh pada ekspor manggis ke Tiongkok. Dari 9.000 ton kuota ekspor untuk Tabanan, baru bisa dipenuhi 86 ton saja saat ini. Luasan perkebunan manggis di Tabanan mencapai 950 hektar, tersebar di Kecamatan Selemadeg Barat dan Kecamatan Pupuan. Di sisi lain, kini untuk harga manggis yang diekspor kualitas 1 cukup bagus di angka Rp 60.000 per kg, sedangkan untuk lokal kualitas 2 dan 3 harganya mulai diangkat Rp 20 ribu sampai 25 ribu per kg.

Gagal panen buah manggis ini tidak hanya terjadi di Bali saja. Gagal panen buah manggis juga terjadi di luar Bali, mulai dari Sumatera Selatan bahkan negara Thailand. Penyebab gagal panen belum bisa diketahui pasti. Jika karena cuaca buruk, melihat dari kondisi cuaca sekarang biasanya buah manggis masih bisa berbuah. “Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui penyebab dari gagalnya panen buah manggis ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengakui bahwa manggis dan durian semestinya sudah berbuah pada Februari ini. Tapi karena musim hujan berkepanjangan, kondisi tersebut berpengaruh pada pembuahan dan akibatnya berdampak pada kemampuan volume ekspor tahun ini. *man

BAGIKAN